DENPASAR , kanalbali.id – Presiden Prabowo Subianto mengkritik adanya iklan baliho yang bertebaran di Pulau Bali, dan menurutnya itu merusak keindahan alam Bali.
Presiden Prabowo mengatakan, bahwa gerakan untuk mempertahankan budaya, mempertahankan keindahan itu, sangat-sangat penting dilakukan.
“Kalau umpamanya Indonesia, khususnya Bali, Nusantara, yang terkenal dengan keindahan oleh kita tidak dijaga keindahan tersebut, kita biarkan oleh keserakahan, mungkin. Oleh cara berpikir yang pendek, bangun seenaknya, pasang iklan seenaknya, yang indah bisa menjadi kotor, tidak menarik,” kata Prabowo
saat bertemu para tokoh dan politisi di Pulau Bali, di Warung Bendega, Renon, Kota Denpasar, Bali, pada Minggu (3/11) sore.
“Untuk apa orang jauh-jauh datang ke Indonesia ke Bali hanya datang lihat iklan-iklan, iklan, baliho, baliho, baliho, untuk apa?. Mereka sudah bosan di sana, jadi tolong segera kita berpikir khusus Indonesia,” imbuhnya.
Jalur Niskala Meredam ‘Gering Agung’ Corona
Presiden Prabowo meminta, agar memasang iklan jangan terlalu besar dan meminta gubernur hingga kepala desa harus berani untuk menjaga lingkungan agar tetap asri.
“Mungkin iklan kita jangan terlalu besar-besaran. Mungkin walikota, camat, kepala desa harus berani. Kepala Desa jaga desanya tetap asri, indah, berbudaya sesuai daerah dan budaya . Camat, walikota, bupati, gubernur harus demikian. IMB, izin harus memperhatikan faktor-faktor itu. Ini keyakinan saya,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga akan mengumpulkan seluruh kepala daerah baik di tingkat gubernur hingga Kapolres, Dandim dan seluruh pejabat di Forkompinda di seluruh Indonesia untuk memberikan arahan soal hal lingkungan pada tanggal 7 November 2024.
“Dan dalam waktu dekat, kalau tidak salah tanggal 7 pagi saya akan kumpulkan semua, bupati, walikota, gubernur, dandim, kapolres, semua pejabat, forkopimda seluruh Indonesia, di Bogor. Dan di situ akan saya beri arahan, saya ingin gugah mari kita jaga lingkungan kita,” ujarnya.
“Siapa yang bertanggung jawab?. Iya kita, kalau satu orang, satu keluarga, tidak bisa menjaga kebersihan rumahnya sendiri, sebetulnya dia itu sudah menyerah, tidak punya harga diri, jaga pekarangan kita, jangan bikin rusak, jaga desa kita, jaga kecamatan kita, jaga kabupaten kita. Keunggulan saudara, keunggulan Indonesia, keunggulan Nusantara, keunggulan Bali adalah budayanya. Budayanya ini dijaga,” ujarnya. (kanalbali/KAD)



Be the first to comment