Animals Don’t Speak Human berkomitmen melakukan pendampingan melalui edukasi, advokasi kebijakan, dan penguatan kolaborasi lintas sektor
DENPASAR, kanalbali.id – Sebagai bagian dari komitmen pariwisata berkelanjutan, sektor Industri Hotel, Restaurant, dan Cafe (HORECA) di Bali mulai menggunakan telur cage-free.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 16 HORECA di Bali mulai beralih menggunakan telur cage-free, yakni telur dari ayam yang tidak dikurung dalam kandang baterai sempit
“Bagi Begawan Biji, penggunaan telur cage-free adalah langkah nyata untuk membangun sistem pangan yang lebih etis, transparan, dan berkelanjutan di industri HORECA terutama di Bali,” ujar Chef Andrew, selaku perwakilan dari salah satu HORECA di Bali.
Selain aspek etika, pelaku industri juga menilai bahwa penggunaan telur cage-free berkontribusi terhadap kualitas bahan pangan yang lebih baik.
Sekaligus, meningkatkan kepercayaan konsumen yang semakin sadar akan asal-usul makanan yang mereka konsumsi.
Wisatawan domestik maupun internasional kini semakin memperhatikan isu keberlanjutan, termasuk bagaimana makanan yang disajikan diproduksi.
“Transisi Begawan Biji ke penggunaan telur cage-free didorong oleh komitmen kami terhadap praktik organik dan berkelanjutan, bukan semata sebagai strategi pemasaran,” katanya.
“ Sebagai bagian dari konsep farm-to-table, kami merasa penting untuk konsisten dari hulu ke hilir. Proses ini kami jalankan secara bertahap dan bertanggung jawab, dengan memastikan kesejahteraan hewan, kesehatan lingkungan, dan kualitas pangan tetap terjaga,” tambah Chef Andrew.
Peningkatan permintaan telur cage-free dari sektor HORECA turut memberikan dampak pada rantai pasok pangan di Bali.
Di satu sisi, kebutuhan akan telur cage-free terus meningkat seiring dengan bertambahnya pelaku usaha yang berkomitmen melakukan transisi. Di sisi lain, ketersediaan pasokan lokal dari peternak ayam petelur dengan sistem cage-free masih terbatas.
Kondisi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Bagi peternak lokal, meningkatnya permintaan dari sektor HORECA membuka ruang untuk mengembangkan sistem peternakan yang lebih beretika dan berkelanjutan.
Bagian dari Transformasi Pariwisata Bali
Inisiatif penggunaan telur cage-free di sektor HORECA merupakan bagian dari transformasi yang lebih luas menuju pariwisata Bali yang berkelanjutan dan beretika.
Dengan semakin banyaknya pelaku HORECA yang mengambil langkah konkret, diharapkan praktik ini dapat menjadi contoh baik (best practice) bagi industri pariwisata di daerah lain di Indonesia.
Lebih jauh, transisi ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan sistemik dalam industri peternakan ayam petelur nasional, menuju standar kesejahteraan hewan yang lebih baik.
“Kami melihat transisi menuju komitmen cage-free sebagai langkah strategis yang akan mendefinisikan masa depan industri HORECA,” kata Fiolita Berandhini, selaku Direktur Animals Don’t Speak Human.
Animals Don’t Speak Human berkomitmen untuk mendampingi proses ini melalui edukasi, advokasi kebijakan, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Peran kami adalah memastikan transisi berjalan nyata, terukur, dan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan hewan menjadi bagian integral dari praktik bisnis yang mendukung pariwisata dan kuliner yang lebih bertanggung jawab,” ujar Fiolita.
Sepanjang 2025 dan seterusnya, sektor HORECA di Bali diharapkan terus memperkuat komitmennya terhadap penggunaan telur cage-free secara konsisten dan transparan.
Edukasi kepada konsumen, keterbukaan informasi mengenai rantai pasok, serta dukungan terhadap peternak lokal menjadi kunci agar transisi ini memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan.
Melalui langkah-langkah ini, Bali kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai etika, keberlanjutan, dan tanggung jawab terhadap makhluk hidup dan lingkungan. (kanalbali/RFH)


