DENPASAR, kanalbali.id – Video yang memperlihatkan kericuhan atau baku hantam antara Warga Negara Asing (WNA) di sebuah klub malam atau bar di Bali. Dalam video itu, keributan pecah dan terjadi perkelahian antara WNA yang viral di media sosial.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan, peristiwa itu terjadi di salah satu bar yang berada di Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (22/5) sekitar pukul 01:40 WITA.
“Tim telah melakukan penyelidikan terkait dengan adanya keributan antara WNA dengan WNA,” kata Aiptu Ayu, Senin (25/4).
Ia menerangkan, hasil penyelidikan WNA yang diduga terlibat perkelahian WNA di nomor meja L320 ada sebanyak 7 orang. Kemudian, di meja L303 ada sebanyak 5 orang dan di meja D11 ada sebanyak 3 orang. Sayangnya, para WNA yang terlibat perkelahian ini belum diketahui identitasnya.
Kronologisnya, sekitar pukul 01.40 WITA, dimana kejadian berawal dari salah satu tamu WNA kulit hitam yang ada di meja L302 sebanyak 7 orang sempat cekcok mulut dengan salah satu tamu atau WNA kulit putih yang ada di meja L303 yang sebanyak 5 orang.
Yuk Simak 7 Tahap Mulai Bisnis Online
Kemudian, akibat cekcok atau keributan yang terjadi pihak pengunjung atau WNA berbadan besar yang berada di meja D11 sebanyak 3 orang menghampiri keributan tersebut.
Selanjutnya, pihak sekuriti sempat melerai keributan tersebut, namun keributan tersebut kembali membesar dipicu dari adanya pelemparan gelas kaca oleh salah satu tamu atau WNA kulit hitam yang berada di meja L302 yang mengenai pelipis dari WNA di meja D11.
“Merasa dirinya dilepar gelas, WNA di meja D11, mendekat ke arah meja L302 untuk melakukan balasan. Sehingga terjadilah keributan atau perkelahian sebagaimana rekaman dalam video viral tersebut,” imbuhnya.
Ia menyebutnya, hasil cek reservasi pengunjung di kegiatan itu, untuk reservasi dinner sebanyak 76 orang. Pengunjung saat acara disc jockey (DJ) sebanyak 17 meja atau 103 orang dan total tamu yang keluar masuk lokasi acara DJ sebanyak 462 orang.
“Akibat kejadian beberapa orang WNA kulit putih mengalami luka-luka,” ujarnya.
Barang-barang yang rusak, akibat peristiwa itu gelas pendek atau rok 89 biji, gelas suter atau sloki 68 biji, gelas hibol panjang 20 biji, gelas hibol pendek 5 biji, carafe besar 15 biji.
“Diduga keributan yang terjadi antara WNA akibat kesalahpahaman sesama pengunjung dan pengaruh alkohol,” ujarnya.
Untuk ukuran ruangan atau lokasi acara 20x 30 meter dan pada ruangan terdapat 41 meja & stand minuman atau bar. Ruangan atau tempat kurang refresentatif apabila pengunjung lebih dari 100 orang. Untuk para WNA yang ricuh belum diketahui dari negara mana saja dan belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka.
“Masih dalam penyelidikan,” ujarnya. ( kanalbali/KAD )


