Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa Kembangkan dan Serahkan Sistem Informasi Rekam Medis serta Pemantauan Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus Berbasis Web
DENPASAR, kanalbali.id – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Bertempat di Gedung Annika Linden Centre (ALC), Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali, Jalan Bakung No. 19, Br. Tohpati, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa secara resmi melaksanakan sosialisasi, pelatihan, dan penyerahan Sistem Informasi Rekam Medis Rehabilitasi dan Pemantauan Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus Berbasis Web kepada YPK Bali.
Kegiatan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi digital yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan rehabilitasi dan pengelolaan data anak berkebutuhan khusus.
Selama ini, seluruh pencatatan rekam medis rehabilitasi maupun perkembangan ABK di YPK Bali masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet Excel.
Seiring bertambahnya jumlah data dan kebutuhan pemantauan secara berkala, metode tersebut dinilai kurang efisien karena data tersebar di berbagai berkas dan membutuhkan waktu yang lama untuk proses pencarian maupun evaluasi.
“Kami betul-betul merasa perlu adanya sistem yang lebih baik. Dengan sistem manual yang masih berupa Excel, data tersebar di banyak berkas dan cukup menyulitkan kami saat harus memantau perkembangan setiap anak,” ujar Ibu Dewi perwakilan admin YPK Bali saat menerima sistem tersebut.

Menjawab kebutuhan tersebut, Tim PKM Universitas Warmadewa merancang sistem informasi berbasis web yang memungkinkan pencatatan rekam medis rehabilitasi, riwayat terapi, serta perkembangan setiap anak dilakukan secara digital, terstruktur, dan terintegrasi.
Sistem ini memiliki pengaturan hak akses yang berbeda untuk administrator, terapis, dan keluarga, sehingga informasi dapat dikelola secara lebih aman dan terdokumentasi dengan baik.
Ketua Tim PKM, Dr. Ir. I Gusti Ngurah Agung Pawana P., S.T., M.T., menjelaskan bahwa pengembangan sistem tidak hanya berorientasi pada penyediaan aplikasi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar transformasi digital dapat berjalan secara berkelanjutan..
“Kami ingin sistem ini benar-benar digunakan dan memberikan manfaat dalam aktivitas pelayanan sehari-hari, bukan sekadar diserahkan sebagai produk teknologi. Oleh karena itu, setelah sosialisasi dan pelatihan, kami tetap melakukan pendampingan serta evaluasi agar seluruh staf dapat mengoperasikan sistem secara optimal,” jelasnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut, tim PKM memperkenalkan berbagai fitur utama sistem, mulai dari pengelolaan data pasien, pencatatan hasil terapi, pemantauan perkembangan anak, hingga penyusunan laporan secara digital. Para staf dan terapis YPK Bali juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung menggunakan aplikasi sehingga lebih memahami alur penggunaan sistem.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan implementasi teknologi, tim PKM turut menyerahkan buku “Panduan Penggunaan Sistem Rekam Medis Rehabilitasi 2026” yang berisi petunjuk teknis pengoperasian aplikasi secara lengkap. Buku panduan tersebut diharapkan menjadi referensi bagi administrator maupun terapis dalam menjalankan sistem secara mandiri.

Kegiatan pengabdian ini melibatkan tim dosen yang terdiri atas Dr. Ir. I Gusti Ngurah Agung Pawana P., S.T., M.T., Ir. Made Dika Nugraha, S.T., M.T., I Komang Putra, S.E., M.Ec.Dev., dan I Nyoman Arnawan, S.Kom., M.T., serta mahasiswa Ni Komang Ardanareswary Ghayatri, Ni Luh Putu Keshia Mandayani, dan Putu Gede Satria Ananda yang berperan aktif dalam pengembangan sistem, pelatihan, dan pendampingan pengguna.
Melalui kegiatan ini, Universitas Warmadewa berharap pemanfaatan teknologi informasi dapat membantu YPK Bali meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi secara lebih efektif, efisien, dan berbasis data. Digitalisasi rekam medis dan pemantauan perkembangan anak diharapkan tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga mempermudah pengambilan keputusan dalam menyusun program terapi yang lebih tepat sasaran.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong transformasi digital pada sektor pelayanan rehabilitasi dan pendampingan anak berkebutuhan khusus di Bali.
( kanalbali/ADV )


