Geber Motor Selebrasi Kemenangan Argentina di Denpasar Berujung Keributan

DENPASAR, kanalbali.id – Peristiwa keributan antar penghuni indekos terjadi di Jalan Akasia XVI, di Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, pada Rabu (8/7) dini hari tadi, sekitar pukul 02.20 WITA.

Kericuhan itu, dipicu sekelompok orang yang merayakan kemenangan Timnas Argentina melawan Timnas Mesir, pada pertandingan semalam hingga mengganggu penghuni kos yang sedang beristirahat.

“Penyebab keributan, salah paham karena ditegur dan pengaruh alkohol. Kedua belah pihak mengalami luka lecet dan memar bagian punggung dan siku tangan,” kata
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya dalam keterangannya, Rabu (8/7).

Kronologisnya, dari keterangan saksi berinisal SD yang juga terlibat keributan, menerangkan, sekitar pukul 02.20 WITA, saksi dan penghuni indekos di sebelahnya sedang istirahat. Lalu, mendengar di luar indekos ada suara geber-geber motor dan berteriak-teriak.

Kemudian, karena merasa terganggu saksi bersama penghuni indekos sebelahnya mengecek dan mendapati sebagian orang yang ribut itu warga penghuni indekos di seberang gang.

Selanjutnya, saksi menegur sekelompok orang yang ribut tersebut. Namun, karena pengaruh alkohol sebagian orang yang ditegur tidak terima dan terjadi cekcok mulut dan berkembang keributan hingga baku pukul dan saling lempar bantu.

“Sampai datang warga bersama Pecalang serta pihak kepolisian selanjutnya dilakukan mediasi,” imbuhnya.

Sementara, dari keterangan saksi berinisal MC yang juga terlibat keributan menerangkan, sekitar pukul 02:20 WITA saksi bersama teman-teman habis nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di wilayah Tukad Badung, Kota Denpasar.

“Karena klub favoritnya menang Argentina saksi merayakan kegembiraannya sampai di depan kos-nya sambil geber-geber motor dan berteriak Argentina menang,” ungkapnya.

Selanjutnya, tetangga indekos didepannya datang dengan beberapa orang dan lalu menegurnya. Tetapi, karena pengaruh alkohol ada salah satu teman saksi tidak terima dan terjadi cekcok mulut dan berkembang keributan.

Kemudian, datang warga dan Pecalang serta pihak kepolisian dan lalu dilerai, karena sudah larut malam atau subuh seluruh penghuni kos disuruh masuk ke kamar indekos masing-masing dan jangan buat keributan lagi.

“Kedua belah pihak dilakukan mediasi oleh petugas Polsek Denpasar timur bersama Pecalang dan aparat desa. Orang-orang yang terlibat keributan dalam pengaruh alkohol dan emosi, untuk menjaga situasi tetap kondusif karena sudah larut malam atau subuh, kedua belah pihak di diminta pulang ke kamar kos masing-masing,” ujarnya. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?