Airlangga Minta, Bali Jangan Tergantung Pariwisata

Menteri-menteri bidang perekonomian yang hadir di Nusa Dua, Bali - ACH

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberi pesan khusus kepada Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) yang digelar di Bali, Jumat (21/8). Dalam kesempatan itu, Airlangga meminta Bali tak bergantung kepada pariwisata.

“Bali ini perekonomiannya sangat bergantung kepada turisme baik dalam negeri ataupun luar negeri, dan catatan kami kemarin, Bali perlu memitigasi ketergantungan terhadap turisme dan pariwisata ini dengan mengembangkan kembali industri yang kuatnya dibali yaitu holtikultura,” kata Airlangga.

Airlangga menuturkan, ketergantungan akan pariwisata disuatu daerah harusnya bisa diimbangi dengan potensi lain yang bisa dikembangkan. Dengan begitu, potensi lain itu akan sangat membantu perekonomian jika sektor ekonomi di bidang pariwisata sedang dalam krisis.”Sehingga tentu kita berharap industri holtikultura yang sudah disebutkan bisa mengganjal (ekonomi),” ujarnya.

Meski begitu, Airlangga menyampaikan pujian kepada Pemerintah Provinsi Bali karena selama dinilai sudah berpengalaman dalam menghadapi resesi ekonomi. Iapun akan senantiasa membantu Bali untuk segera bangkit agar pertumbuhan ekonomi di Bali kembali menggeliat di tengah pandemi COVID-19.”Oleh karena itu kami hadir disini, Menteri Menteri sektor perekonomian hadir, untuk mendorong agar Bali bangkit,” ujarnya.

Selain dihadiri oleh Airlangga Hartarto, sejumlah menteri yang lain juga ambil bagian dalam RKTM yang digelar di Bali tersebut. Seperti Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Agraria & Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Pertanian, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Koperasi dan UKM, dan Wakil Menteri BUMN.

Selain menteri yang hadir secara fisik di Bali, 5 menteri lain seperti Menteri Keuangan, Menteri PPNI Bappenas, Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri LHK mengikuti RKTM Melalui video-conference.

“Tujuan Rapat Koordinasi ini adalah membahas program dan kebijakan strategis dalam penanganan dampak Pandemi COVID-19 dari sisi ekonomi, salah satunya percepatan realisasi belanja pemerintah dan program strategis jangka pendek untuk mendorong percepatan realisasi anggaran,” tutur Airlangga. (Kanalbali/ACH)