DENPASAR – Dalam kurun waktu empat hari sejak awal tahun, per tanggal 1 hingga 4 Januari 2021, sudah lebih dari 42 ribu wisatawan meninggalkan Bali melalui bandara I Gusti Ngurah Rai. Tentunya, hal ini disebabkan lantaran masa libur panjang Natal dan Tahun Baru telah habis.
Diungkapkan oleh Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira Selasa (5/01/21), kondisi bandara I Gusti Ngurah Rai dalam tiga hari belakangan ramai dengan keberangkatan wisatawan meninggalkan Bali.
“Mayoritas penumpang tujuan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar,” ungkapnya. “Puncak arus balik terjadi kemarin 3 Januari mencapai 14.661 penumpang,” ujarnya.

Berikut ini rincian keberangkatan sejak 1 hingga 4 Januari 2021. Tanggal 1 sebanyak 7125 penumpang, tanggal 2 sebanyak 11.955, tanggal 3 sebanyak 14.661 penumpang, dan tanggal 4 sebanyak 9.091 penumpang.
Saat arus balik itu, ia mengungkapkan banyak terjadi penumpukan penumpang, khususnya di titik sebelum Screening Check Point (SCP) I. “Terjadi penumpukan penumpang itu pasti. Terlebih sebelum SCP I terdapat validasi dokumen kesehatan (pengecekan hasil surat Rapid Antigen/PCR) oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan. Tetapi kami ada tim pengawasan protokol kesehatan yang mengingatkan seluruh penumpang,” paparnya.
Lakukan Penculikan hingga Penganiayan, Oknum WNA Rusia Ternyata Dibekingi 2 Petugas Imigrasi
Sementara itu, trafik penumpang kedatangan domestik selama Posko Monitoring Angkutan Natal dan Tahun Baru di Bandara Ngurah Rai periode 18 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 tercatat 105.830 penumpang masuk Bali. Pada periode sama penumpang keberangkatan domestik sebanyak 123.323.
Khusus awal tahun 2021, dari tanggal 1 hingga 4 kemarin, bandara I Gusti Ngurah Rai telah melayani sekitar 10.944 penumpang datang ke Bali. Kedatangan terbanyak terjadi pada 3 januari dengan jumlah 3411 penumpang domestik. (Kanalbali/WIB)



Be the first to comment