NUSA DUA, kanalbali.id – Edisi ke-11 Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua berakhir hari ini, Jumat (13/6/2025).
Acara ini mempertemukan lebih dari 529 pembeli dari 45 negara dan 499 penjual yang mewakili berbagai destinasi di seluruh nusantara dengan nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp 7,84Tiliun meningkat dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp7,61 Triliun.
Bawaslu Badung Cek Kesiapan Gudang Penyimpanan Logistik Pilkada, Harus Aman dan Tak Rawan Banjir
“Kami bangga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dengan membangun platform tepercaya yang menghubungkan pasar, memperkuat kemitraan, dan mempromosikan destinasi wisata yang beragam,” kata Ketua Panitia BBTF 2025 – I Putu Winastra
Tahun ini juga terjadi peningkatan partisipasi dari pasar berkembang, yang menciptakan permintaan yang lebih besar untuk pengetahuan destinasi dan produk.
Ke depannya, penyelenggara travel fair ini mengantisipasi partisipasi penjual yang lebih luas dari daerah-daerah di luar Bali pada tahun 2026 dengan lebih banyak provinsi yang bergabung.
Keterlibatan B2B dan Kepercayaan Global
Sepanjang acara tiga hari tersebut, pertemuan B2B yang dikurasi memungkinkan keterlibatan yang produktif antara pembeli internasional dan penjual Indonesia.
Pembeli pertama kali Sebulon Chiliho Chicalu dari Namibia berbagi kegembiraannya:
Untuk memperkuat hubungan pariwisata bilateral dengan ekonomi dan budaya serta persahabatan yang kuat, hari ini ASITA Bali dan Badan Pariwisata Namibia (NTB) negara Afrika, telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk mempromosikan pariwisata di kedua negara.
Tujuannya, memberikan manfaat bersama jangka panjang yang mencakup perjalanan pengenalan, lokakarya dan pertemuan B2B, pertukaran influencer dan media, pengembangan area baru, dan paket wisata bersama.
Kemitraan ini juga mendorong proyek tanggung jawab sosial, partisipasi sektor swasta dalam pameran dan festival, program pelatihan profesional, dan materi promosi bersama—semuanya sebagai prinsip panduan tanpa memaksakan komitmen finansial langsung. ( kanalbali/RLS/RFH)


