DENPASAR, kanalbali.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah di Bali dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan tajam dari DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Denpasar.
Kondisi ini dinilai semakin memprihatinkan karena terjadi menjelang perayaan Hari Raya Galungan, ketika kebutuhan mobilitas dan logistik masyarakat meningkat signifikan.
Pengurus DPC GMNI Denpasar, Arya Nata Wijaya, menyatakan bahwa kelangkaan BBM tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga berdampak langsung pada persiapan upacara keagamaan.
“Masyarakat membutuhkan BBM untuk mengangkut sarana upakara, mengunjungi keluarga, hingga membeli kebutuhan pokok. Kelangkaan ini sangat menghambat dan menimbulkan keresahan,” ujarnya.
Menurut GMNI Denpasar, kelangkaan tersebut berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok serta perlengkapan upacara, mengingat biaya distribusi dan transportasi meningkat di tengah pasokan BBM yang terganggu. Situasi ini dianggap dapat membebani masyarakat Bali yang sedang bersiap merayakan hari suci.
Arya menegaskan bahwa peristiwa serupa bukan pertama kali terjadi di Bali. “Kelangkaan BBM ini sudah berulang. Ini menunjukkan adanya kelemahan sistemik dalam manajemen distribusi dan pasokan energi di Bali. Tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian teknis biasa,” kata Arya.
Melalui pernyataannya, GMNI Denpasar mendesak Pertamina Patra Niaga untuk segera menormalisasi pasokan BBM ke seluruh wilayah Bali dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi yang dinilai tidak responsif menghadapi situasi yang ada baik karena cuaca maupun lonjakan kebutuhan.
GMNI juga meminta adanya perbaikan jangka panjang agar persoalan ini tidak kembali terulang di masa depan.
“Kami berharap Pertamina Patra Niaga bergerak cepat. Masyarakat Bali membutuhkan kepastian, apalagi menjelang perayaan Galungan. Kejadian seperti ini tidak boleh berulang setiap tahun,” tegas Arya Nata Wijaya.
GMNI Denpasar berkomitmen untuk terus mengawal isu yang berdampak pada kepentingan rakyat, termasuk stabilitas pasokan energi di Bali.
Kendala Cuaca
Sebelumnya, secara terpisah Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyatakan, kendala utama distribusi saat ini disebabkan kendala cuaca dari kapal pengangkut BBM ke supply point Jimbaran dan Badung di Terminal BBM Sanggaran.
Sebagai mitigasi, saat ini Pertamina Patra Niaga melaksanakan alih suplai ke Terminal BBM Manggis. “Dengan adanya alternatif ini semoga keadaan semakin membaik menuju distribusi normal,” terang Ahad.
Selanjutnya Ahad menyampaikan, kapal pengangkut BBM akan sandar estimasi Kamis (13/11) untuk Terminal BBM Sanggaran dengan muatan 2000 KL Pertamax dan estimasi Jumat (14/11) akan sandar untuk Terminal BBM Manggis dengan muatan 9000 KL Pertamax.
“Paralel menunggu stok kapal, akan disalurkan 200 KL Pertamax (100 KL dari Terminal BBM Sanggaran dan 100 KL alih suplai dari Terminal BBM Manggis). Selain itu, di sisi teknis lapangan, Terminal BBM beroperasi 24 jam untuk menjamin pasokan di Pulau Bali dan sekitarnya aman,” tutup Ahad. ( kanalbali/RLS )


