Bupati Suwirta Sidak Protokol Kesehatan di Malam Hari

PADA Sabtu (19/9) malam, di Kabupaten Klungkung, Bali digelar sidak protokol kesehatan (prokes) yang dipimpin langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Selain mengajak jajaran satpolPP Bupati juga bersama Kepolisian Polres Klungkung dan dari TNI Kodim 1610 Klungkung.

Sidak dimulai dari depan monument Puputan Klungkung, yang kemudian berkeliling diseputaran Kota Semarapura.
Dalam pantauannya tersebut, Bupati Suwirta tidak henti-hentinya terus mengingatkan dan membina warganya yang lagi berkunjung untuk taat dan disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan dari cara memakai masker yang benar, cuci tangan hingga jaga jarak agar tidak berkerumun.

“Tolong ikuti segala aturan dari pemerintah protokol kesehatan sangat penting diikuti agar kita semua bisa terhindar dari wabah Covid-19,” ajak Bupati dengan pengeras suara dari kendaraan.

Khusus di kawasan Monumen Puputan ini, perhatian orangtua bisa menjaga anak-anaknya yang masih kecil terutama agar tetap memakai masker, sebab virus corona ini tidak mengenal usia anak kecilpun bisa terkena jika orangtua lalai dalam menjaga ketaatan prokes.

“Jika nanti masih ditemukan ada masyarakat yang bandel meskipun sudah berkali-kali dibina maupun disarankan, maka petugas akan melaksanakan sanksi Peraturan Gubernur Bali No 46 Tahun 2020 dan Peraturan Bupati Klungkung No 66 Tahun 2020,” ujar Bupati Suwirta. Yakni,  dengan denda Rp 100 ribu bagi yang tidak bermasker.

Selain itu, Bupati Suwirta juga menyambangi salah satu warung nongkrong, seperti warung kopi di seputaran timur SMA Negeri 1 Semarapura yang banyak anak muda berkerumun. “Ini saya lakukan karena saat ini kasus bukannya turun tapi malah naik, bahkan setiap hari ada saja kasus baru di Klungkung,” papar Bupati.

Berdasarkan Data Gugus Tugas percepatan Penanganan Corona Propinsi Bali, Pada Sabtu (19/9) tercatat untuk di Kabupaten Klungkung ada penambahan positif sebanyak 11 orang dari transmisi lokal. Dengan total angka positif sebanyak 590, sembuh 556 dan dalam perawatan saat ini ada sebanyak 26 orang. Sedangkan angka kematian tercatat sebanya 8 jiwa. ( kanalbali/KR7 )