Dana Hibah Pariwisata Dikorupsi, Gubernur Bali Malu

Gubernur Bali Wayan Koster saat diwawancara - IST

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster turut menyayangkan adanya dugaan korupsi dana hibah pariwisata yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, perbuatan itu hanya membuatnya malu kepada pemerintah pusat.

“Tentu saya menyayangkan itu kan. Kita bersusah payah memperjuangkan dana hibah pariwisata tapi dilaksanakan secara tidak wajar, saya jadi malu karena ada kejadian begini, tidak enak,” kata Koster saat ditemui di Kompleks Rumah Dinas Gubernur Bali Jayasabha Denpasar, Selasa (16/2/2021).

Koster menuturkan, harusnya, pejabat terkait yang bersentuhan langsung dengan Dana Hibah Pariwisata ditengah situasi COVID-19 Harus berhati-hati dalam menggunakan anggaran. Apalagi, lanjut dia, tahun ini program dana hibah pariwisata ditengah pandemi COVID-19 akan terus berjalan.

“Jadi saya berharap ini diproses secara hukum dan inu menjadu pelajaran supaya kita berhati-hati menggunakan dana APBN apalagi tahun ini kan ada program itu,” terangnya.

Disinggung apakah tersangka yang tersandung kasus itu sudah ditegur langsung oleh Koster, ia membantah. Menurutnya untuk saat ini yang paling penting adalah proses hukum harus tetap berjalan.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Buleleng menetapkan 8 tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan bantuan dana hibah pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk pariwisata di Kabupaten Buleleng. 8 orang tersebut aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pariwisata Buleleng.

Mereka yang ditetapkan tersangka berinisial MD SN, N AW, P S, NS, IGA MA, K W, N GG, dan P B. Barang bukti yang diamankan sementara dalam kasus ini sebanyak Rp 377 juta. Sementara potensi kerugian negara sebesar Rp 656 juta. (Kanalbali/ACH)