BADUNG, kanalbali.id – Kader Desa Peduli AIDS dan Narkoba (KDPAN) Desa Dauh Puri Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, mendirikan stand pameran pada ajang Seminar dan Lokakarya Nasional Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) di Bali pada Rabu (29/4).
Stan yang memamerkan kiat sukses pengendalian HIV/AIDS di Desa Dauh Puri Klod, cukup menarik perhatian ratusan pengunjung yang datang dari seluruh tanah air.
Para pengunjung juga bisa mengambil aecara gratis souvenir berupa pin hingga buku “Tata Laksana Lapor Diri dan Perolehan Dukungan bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Desa Dauh Puri Klod.
Ketua KDPAN Desa Dauh Puri Klod I Gede Eka Santika, mengatakan, buku tersebut dipersiapkan secara khusus sebagai “oleh-oleh” bagi desa lain, baik di Bali maupun provinsi lain sebagai referensi tambahan dalam pengendalian HIV.
BACA JUGA: Tersandung Pengelolaan Dana Komite, Kepala Sekolah di Klungkung Jadi Tersangka Korupsi
“Kami garis-bawahi bukan kami yang paling hebat, tetapi hanya ingin berbagi informasi kepada seluruh masyarakat yang lebih luas, bahwa ini lah yang kami lakukan di desa kami,” kata Eka Santika.
KDPAN Desa Dauh Puri Klod, lanjut Eka Santika, mulai dibentuk dan aktif berkegiatan sejak 2012. Kader di desanya berjumlah 31 orang yang terdiri dari semua unsur masyarakat.

Mulai dari para tokoh yang disegani, pemuka agama, kepala lingkungan, PKK, BPD, LPM, Karang Taruna dan masyarakat umum.
Menurut Eka Santika, seluruh kader telah mengikuti berbagai pelatihan hingga level nasional. Pengetahuan yang didapatkan lalu disosialisaikan ke warga sekitar dengan sistem “road to banjar”.
“Jadi kita kumpulin warga di masing-masing banjar untuk sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan,” katanya.
Ia melanjutkan, sejak awal berdiri, keberadaan KDPAN mendapatkan apresiasi dan dukungan dari seluruh elemen desa. Karena tujuannya dinilai sangat positif yakni mengedukasi, pencegahan dan membantu pelayanan kepada ODHIV.
Pihaknya juga mengaku tidak terpaku pada jumlah kasus HIV dan penyalahgunaan narkoba, sebab ada yang berwenang mengecek dan merahasiakan.
“Tugas kami hanya fokus pada pencegahan, edukasi dan pelayanan, tanpa memandang apakah ada kasus apa tidak,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Eka Santika menegaskan, pihaknya telah mendeklarasikan Desa Dauh Puri Klod “Three Zero” (Tiga Nol) pada 2030.
Deklarasi ini sejalan dengan target yang ditetapkan pemerintah Indonesia untuk mengakhiri pandemi HIV/AIDS pada tahun 2030, dengan tujuan mencapai: nol infeksi baru, nol kematian terkait AIDS, dan nol stigma serta diskriminasi terhadap ODHIV.
“Sekarang kami balik, kami minta para ODHIV yang berhenti menstigma dirinya sendiri. Jangan lagi takut pada kami sebagai kader karna tujuan kami membantu. Kami punya slogan ‘Berani Jujur itu sehat’,” pungkasnya. ( kanalbali/ KR1)



Be the first to comment