Didukung JFF dan KAGAMA Bali, Mahasiswa KKN UGM Gelar Operasi Katarak Gratis

Ketua KAGAMA Bali IGN Agung Diatmika (ujung kiri) bersama salah-satu warga yang menjalani operasi katarak di Desa Belalang, Tabanan - IST
Ketua KAGAMA Bali IGN Agung Diatmika (ujung kiri) bersama salah-satu warga yang menjalani operasi katarak di Desa Belalang, Tabanan - IST

* Pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis digelar mahasiswa KKN UGM di Tabanan, Bali
* Acara ini didukung Yayasan John Fawcett Foundation dan KAGAMA Bali
* Ratusan warga mengakses layanan yang berlangsung di Desa Belalang dan Kukuh, Tabanan

TABANAN, kanalbali.id – Senyum ramah warga Desa Belalang di Kediri, Tabanan menyambut kehadiran pogram pemeriksaan mata dan pengobatan katarak gratis di desa itu, Kamis, 16 Juli 2026.

Acara ini digelar oleh tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM tahun 2026 dengan dukungan John Fawcett Foundation (JFF) dan Keluarga Alumni Mahasiswa Gadjah Mada (KAGAMA) Bali.

Dalam waktu sekitar lima jam pemeriksaan menjangkau 247 warga dimana 5 orang diantaranya langsung menjalani operasi katarak. Sementara itu, terdapat 171 orang memperoleh kacamata, 120 orang mendapat obat tetes mata dan 37 orang mendapat pemeriksaan fundus camera.

Sehari sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan di Desa Kerambitan yang berhasil melayani 246 warga dengan 4 orang diantaranya menjalani operasi katarak.

Program pemeriksaan mata dan pengobatan katarak gratis di desa itu, Kamis, 16 Juli 2026 oleh KKN UGM bersama JFF dan KAGAMA Bali - IST
Program pemeriksaan mata dan pengobatan katarak gratis di desa itu, Kamis, 16 Juli 2026 oleh KKN UGM bersama JFF dan KAGAMA Bali – IST

Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN di desa Belalang Galih Ersa Putra menyatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari dukungan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. “Manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh warga disini,” jelasnnya.

Unit mereka yang berarnggotakan 29 mahasiswa meliputi dua desa, yakni Belalang dan Pangkung Tibah. Mereka menjalani KKN dari tanggal 21 Juni 2026 hingga 8 Agustus mendatang.

Fokus program mereka adalah dalam melakukan Penanganan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) sesuai dengan permintaan masyarakat dan selaras dengan program Pemprov Bali.

“Realisasinya dengan membuat model penanganan sampah organik, pengembangan magot, pembuatan tempat sampah untuk botol plastik dan berbagai kegiatan lainnya,” katanya.

Selain kegiatan itu, mereka juga menggelar aktivitas sesuai latar belakang keilmuan masing-masing mahasiswa yang dikelompokkan dalam bidang Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, Kesehatan Masyarakat dan Agro (Pertanian, Kehutanan dan Peternakan).

Tim KKN mahasiswa UGM di Desa Kukuh, Krambitan, Tabanan - IST
Tim KKN mahasiswa UGM di Desa Kukuh, Krambitan, Tabanan – IST

Kepala Desa Belalang I Made Mustika mengaku sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKN di desanya. “Sangat menginspirasi anak-anak muda disini, apalagi bulan ini banyak kegiatan ulang tahun Sekaa Teruna Teruni di banjar-banjar,” katanya.

Aktivitas KKN juga bermanfaat langsung untuk masyarakat khususnya dalam hal menangani sampah. “Juga dengan adanya pemeriksaan mata untuk warga kami,” tegasnya.

Dia berharap, program KKN UGM di desanya akan berkelanjutan di desanya karena yang ada saat ini adalah yang pertama kalinya. Desa Belalang sendiri adalah desa agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Namun dengan perkembangan pariwisata Bali, kini banyak pula akomodasi wisata serta turis yang datang di desa itu .

Terkait kegiatan operasi katarak, Project Manager Assistant JFF I Nengah Sariyasa menjelaskan, kegiatan itu adalah bagian dari kesepakatan kerjasama dengan KAGAMA Bali. “Sudah sekitar 10 kali dilakukan bersama mahasiswa KKN sebagai pelaksana di lapangan dan menjangkau ribuan warga,” tegasnya.

Tim mahasiswa KKN UGM di Desa Belalang, Tabanan - IST
Tim mahasiswa KKN UGM di Desa Belalang, Tabanan – IST

Adapun di setiap kegiatan, JFF akan menurunkan personel lengkap mulai dari operator lapangan, petugas laboratorium serta dokter mata. Fasilitasnya pun hingga bisa melakukan operasi langsung di lapangan. “Kalau tidak ada masalah lain, setelah katarak diangkap akan bisa langsung melihat,” jelasnya.

Ketua KAGAMA Bali IGN Agung Diatmika menegaskan, dukungan mereka terhadap KKN UGM untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut memang bermanfaat bagi masyarakat. Sebelum KKN dilakukan, mahasiswa diminta untuk melakukan survei langsung ke lokasi dan menyerap aspirasi warga.

Adapun pihak KAGAMA Bali memberikan dukungan infrastruktur dan narasumber yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut. “Disini kami juga meminta mahasiswa agar memastikan sisi keberlanjutan dari program yang dicanangkan,” katanya. Mahasiswa juga diminta mengambil pelajaran dari kearifan lokal yang ada di desa ini.

(kanalbali/RFH)

Apa Komentar Anda?