SOE, kanalbali.id – Festival bertajuk ‘Bamasak Hai Mnahat’ digelar di Kota Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (25/3) dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan praktik pertanian berkelanjutan di wilayah NTT. Perhelatan ini merupakan festival perayaan panen raya untuk menyorot kekayaan pangan lokal asli Soe serta kekuatan praktik pertanian berbasis adat.
rFestival ‘Bamasak Hai Mnahat’ merupakan rangkaian kegiatan dari program ‘Hai Mnahat’, yangmemiliki arti ‘makanan kami’. Program yang diinisiasi oleh Yayasan Kopernik dan didanai oleh Citi Foundation ini bertujuan untuk mengatasi masalah kerawanan pangan di NTT khususnya di Kota Soe.
Sebuah masalah yang diperburuk oleh krisis iklim yang mengakibatkan penurunan hasil panen dan produksi ternak serta berdampak pada masyarakat kurang terlayani dan terpinggirkan. Akibatnya, 34% penduduk di wilayah tersebut mengalami kerawanan pangan, serta tingginya angka prevalensi stunting sebesar 48,3%.
BACA JUGA: Tradisi Megibung Semarakkan Kampung Islam Kepaon Bali
Program Hai Mnahat akan mengimplementasikan kegiatan-kegiatan seperti eksperimen penggunaan rumah pengering tenaga surya dan penyimpanan benih, pemanfaatan Black Soldier Fly (BSF) untuk pengolahan sampah panen jadi pakan ternak dan kompos, serta penguatan agribisnis skala mikro untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Jadi Duta Badung di PKB 2025, Gladi Bersih Sekaa Gong Wira Agra Kusuma Blahkiuh Ditinjau Bupati
Selain meningkatkan ketahanan pangan lokal, program ini juga memperkuat agribisnis mikro dan produk lokal, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Tujuan jangka panjang dari program ini adalah membangun sistem pangan komunitas yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Dengan konsumsi serta pemanfaatan pangan lokal bernutrisi, dan kembali mempraktikkan pertanian berbasis adat, diharapkan ketahanan pangan masyarakat Timor dapat semakin kuat, melangkah menuju kedaulatan pangan,” kata Ewa Wojkowska, COO dan Co-Founder dari Yayasan Kopernik yang menginisiasi kegitan ini.
“Tersedianya pangan lokal berkualitas merupakan pondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh, sehat, dan berkualitas terutama dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045. Melalui program Hai Mnahat, kami berharap masyarakat Soe dapat terlibat secara aktif dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan memperkuat sistem pertanian yang tahan iklim melalui berbagai inovasi pengolahan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi,” kata Puni Ayu Anjungsari, Director & Country Head of Public Affairs Citi Indonesia yang mendukung acara ini. ( kanalbali / RLS)



Be the first to comment