‘Gerilya’ Ganjar Pranowo di Bali: Bertemu Seniman hingga Warga di Hutan Bambu

Ganjar Pranowo saat pertemu dengan warga di hutan bambu, Sandan, Baturiti, Tabanan, Bali - IST

DENPASAR, kanalbali.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (GP) yang disebut-sebut menjadi calon kuat kandidat Presiden pada Pilpres 2024 menggelar serangkaian kegiatan di Bali. Awalnya, ia menghadiri acara resmi pengarahan Presiden Jokowi untuk penguatan penggunaan produk dalam negeri di Nusa Dua, Bali pada Jum’at (25/3/2022). Namun kemudian, dia sebagai Ketua  Pengurus Pusat (PP)  Kagama menggelar sejumlah kegiatan di Bali.

Diawali dengan pertemuan kalangan petani lebah madu di Desa Pempatan, Karangasem pada Jumat (25/33), Ganjar kemudian bertemu dengan sejumlah seniman di Museum ARMA, Ubud, Bali. Ia sekaligus menikmati sejumlah karya seniman Bali yang sedang dipamerkan di museum itu.

Kegiatan berlanjut pada Sabtu (26/3) dimana Ganjar meresmikan Sanggar Kagama di Dalung, Badung. “Saya senang karena sanggar ini bisa memberi manfaat atau migunani bagi anggota Kagama serta komunitas dan warga di sekitarnya,” katanya Ganjar.
Ganjar Pranowo saat pertemu dengan warga di hutan bambu, Sandan, Baturiti, Tabanan, Bali – IST
Dalam kesempatan itu, Gandjar banyak mendengarkan penjelasan dari komunitas-komunitas yang memiliki perhatian pada masalah kesehatan jiwa. Mereka antara lain adalah penyintas scizofrenia, mantan pecandu narkoba, dan lain-lain. Selain itu, ada juga komunitas anak muda untuk pembuatan film dokumenter serts komunitas pelestari bahasa bali yang mengembangkan wikipedia dalam bahasa Bali.
Ganjar menyebut, apa yang dilakukan Kagama Bali dapat menjadi model. “Seperti perhatian pada masalah kesehatan jiwa itu adalah hal yang luar biasa,” katanya. Menurutnya, kegiatan itu sangat inspiratif dan bisa dikembangkan di daerah lain, khususnya untuk layanan pencegahan bunuh diri.
Ganjar Pranowo saat peresmian Sanggar Kagama, Bali – IST

Saat makan siang, Ganjar sempat dijamu oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, rumah jabatan Gubernur. Namun sejenak kemudian, dia bergegas untuk bertemu dengan warga di Sandan, Baturiti, Tabanan. Di desa ini terdapat hutan bambu yang pengelolaannya didampingi oleh Kagama Bali.

Ratusan warga ikut serta dalam acara yang dikemas santai dengan lesehan di atas rumput itu. “Area ini luasnya sekitar 100 hektar dan sudah dikembangkan sejak 2002,” kata Kepala Desa Bangli, Made Adiyasa. Di desa itu juga sudah ada kelompok Wana Kerta Lestari yang bergerak dalam pengelolaan hutan.
Menanggapi hal itu, Ganjar menyatakan siapa berkolaborasi. “Kami dari Kagama bisa membantu menyediakan ahli untuk konservasi maupun pariwisatanya, juga dengan menggandeng kampus misalnya dari Pariwisata Udayana,” sebutnya.
Dengan keberadaan alumni Kagama di berbagai sektor, Ganjar menyebut, akan membangun kolaborasi sehingga ada peran pemerintah, swasta dan dunia pendidikan untuk mencapai tujuan itu. (Kanalbali/RFH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.