Hakim PN Denpasar Gelar Sidang di Tempat Sengketa Tanah di Dukuh Sari

Kuasa hukum minta hak sewa dihormati karena jauh dilakukan sebelum ada jual beli dan sertifikasi

DENPASAR – Kasus sengketa tanah di Jl Batas Dukuh Sari, gang Merak nomor 18, Sesetan Denpasar masih berlanjut.  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar melakukan pengecekan tempat yang menjadi objek dalam kasus sengketa tanah dengan tergugat Hendra dan Penggugat Muhaji Jumat (04/06/21).
Anggota majelis hakim, Angeliky Handajani Day mengecek sendiri keabsahan objek yakni tanah seluas 1 m² yang terletak di Jl Batas Dukuh Sari, gang Merak nomor 18, Sesetan Denpasar itu. Tanah itu telah didiami oleh Hendra (tergugat), sejak tahun 2014. Ia dan keluarganya mengontrak hingga tahun 2047 dari Ketut Gede Pujiama selaku pemilik sah atas tanah itu.
Kuasa hukum Hendra, Ketut Bakuh mengatakan dari pemeriksaan majelis hakim itu, telah terungkap, memang telah berdiri bangunan yang menjadi objek sengketa.
“Memang berdiri bangunan yang telah didiami tergugat (Hendra dan keluarga) jauh sebelum proses transaksi jual beli dilakukan oleh penggugat. Jadi saya kira hak sewa dari pak Hendra harus dilindungi secara hukum dan wajib undang-undang melindunginnya,” terangnya.
Artinya, ungkap dia tidak ada klausul atau ketentuan bahwa Hendra harus meninggalkan tempat itu. “Dan kebetulan yang menjual bukan pak Pujiama yang memang mengontrakan, tapi dijual oleh pihak lain yang memang tidak ada sangkut pautnya,” tandasnya.
Sementara Muhaji, selaku penggugat dalam perkara ini juga ikut dalam sidang itu. Ia berharap majelis hakim dapat memberikan keputusan seadil-adilnya. “Saya sebagai pemilik tanah berdasarkan sertifikat hak yang saya miliki, saya menuntut bedasarkan sertifikat yang saya punya 1,05 m²,” ungkapnya. Transaksi pembelian tanah itu, dimulai dari tahun 2017. “Sertifikat tahun 2017 atas nama Wayan Padma, lalu 2019 saya urus balik nama atas nama saya dan terbit tahun 2020,” terangnya. (Kanalbali/WIB)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.