DENPASAR, kanalbali.id – Wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akhirnya masuk ke Bali. Sejumlah aksi telah dilakukan Pemerintah untuk mencegah meluasanya wabah ini.
-
Pasar Hewan beringkit Ditutup
Pasar Hewan Beringkit yang berlokasi di Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, ditutup sementara dengan ditemukannya wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di sejumlah wilayah Bali. Pasar khusus sapi di wilayah Kabupaten Badung ini, sudah ditutup sejak tanggal 5 Juli 2022 kemarin sampai tanggal 19 Juli 2022.
I Wayan Sunada selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan menyebutkan, menjelang Idul Adha biasanya transaksi jual beli sapi di pasar tersebut sangat tinggi dan bisa mencapai ribuan ekor per hari. Namun, karena ada informasi merebaknya PMK di Bali serta distopnya pengiriman sapi Bali ke luar daerah, menyebabkan transasksi anjlok.
Ia menyebutkan, bila tahun lalu sebelum adanya wabah PMK transaksi sapi per hari mencapai 1000 ekor dan tahun ini baru 700 ekor per hari sebelum PMK masuk ke Pulau Bali.
BACA JUGA: Bantu Warga Nusa Penida Atasi Krisis Air, TNI Bangun Bak Penampungan

-
Sudah 128 Kasus Ditemukan, 62 Sapi Dipotong Paksa
I Wayan Sunada selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) menyebut Kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Pulau Bali terus bertambah dan kini total sudah ada 128 ekor sapi yang terjangkit wabah PKM. Awalnya PMK hanya ditemukan di tiga wilayah di Bali, yakni Kabupaten Gianyar, Buleleng dan Karangasem dan kini sudah terdeteksi di wilayah Kabupaten Bangli. Namun, dari 128 ekor sapi itu sudah ada 62 ekor sapi yang dilakukan stamping out atau dipotong paksa.
Sementara, rincian penambahan kasus di Kabupaten Buleleng dari 24 kasus menjadi 27 kasus, Karangasem dari 4 kasus menjadi 61 kasus, dan Bangli ada 2 kasus. Sedangkan, di Gianyar tidak terjadi penambahan tetap pada 38 kasus.
Sementara, untuk sapi yang terdeteksi PMK dan dilakukan stamping out akan diganti rugi oleh pemerintah kepada para pemilik hewan ternak. “Kalau pemotongan ini, akan diganti dari pusat itu ada penegasan dari kemarin akan diganti sesuai besarnya sapi itu. Pasti akan diganti,” imbuhnya.
-
110 Ribu Dosis Vaksin untuk Antispasi PMK Didatangkan
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, sudah mendatangkan vaksin bagi hewan ternak di Bali agar tidak terpapar kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). I Wayan Sunada selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali mengatakan, untuk vaksinasi bagi hewan ternak sudah disiapkan sebanyak 110 ribu dosis.
“Sudah datang vaksinnya, itu sekitar 110 ribu dosis dan juga (ada) disinfektan. Rencananya akan kita lakukan vaksinasi dulu setelah itu baru disinfektan,” kata Sunada, saat ditemui di ruangan kerjanya, di Denpasar, Bali, Selasa (5/7).
Ia juga menyebutkan, untuk pelaksanaan vaksinasi bagi hewan ternak akan dilakukan hari ini di sejumlah wilayah terutama di wilayah pintu masuk yang ada pelabuhannya. Seperti, di Kabupaten Jembrana, Karangasem dan Buleleng, serta ditemukan kasus pertama di Kabupaten Gianyar. (kanalbali/KAD)



Be the first to comment