DENPASAR, Kanalbali.com – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali menerima 53 orang mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) tahun 2022. Para mahasiswa akan mulai mengikuti proses pembelajaran dan pertukaran budaya selama empat bulan, mulai Oktober 2022 sampai Januari 2023.
“Saya berbahagia ITB Stikom menjadi salah satu kampus yang dipercaya untuk menjadi tempat belajar mahasiswa diluar kampus asalnya,” kata Rektor ITB Stikom Bali, Dr. Dadang Hermawan, Jumat, (30/9/2022).
Menurut Dadang, adanya mahasiswa luar daerah yang melakukan program PMM di Bali turut mendorong pertumbuhan perekonomian di Pulau Dewata yang selama ini bertumpu pada sektor Pariwisata.
BACA JUGA: ITB STIKOM Bali Satu-satunya PTS di Bali Penerima Hibah Bantuan PKKM Tahun 2022
“Ekonomi Bali yang bertumpu pada pariwisata, juga saat ini bisa mulai dipertimbangkan dari sektor lain seperti sektor pendidikan,” tuturnya.
Dadang menghitung jumlah kampus yang ada di Bali sekitar 70 kampus, jika masing-masing dapat melakukan program PMM dengan jumlah siswa 50 orang per kampus. Maka ada sekitar 3500 orang yang akan menetap di Bali selama kurun waktu tertentu.
“Sebenarnya ini peluang meningkatkan perekonomian Bali. Mari kedepannya kita buat pertukaran antar kampus secara mandiri, karena kalau melalui pemerintah itu terbatas jumlahnya. Ini tantangan bersama untuk mencari atau mendesain peluang,” imbuhnya.
Sementara itu, mahasiswa yang mengikuti program PMM dinilai akan mampu mengenal kebudayaan daerah lain, dan wawasannya dengan tentang keberagaman Indonesia akan semakin terbuka.
“PMM membuka wawasan mahasiswa, karena ada sekian ribu pulau, bahasa yang perlu diketahui anak muda. Walaupun bermacam-macam suku bangsa, tapi tetap dalam kesatuan NKRI,” imbuhnya.
Koordinator PMM ITB STIKOM Bali, Dr. EVi Triandini, M.Eng mengatakan bahwa ITB Stikom Bali telah menyiapkan asrama untuk ke-53 mahasiswa dalam program PMM ini. Kemudian menyediakan transportasi dari asrama menuju kampus.
“Para mahasiswa ini berasal dari Sabang sampai Merauke. Ada dari Medan, Manado, Wamena Papua, Jakarta, Riau, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Malang, dan daerah lain,” sebutnya.
Adapun proses pembelajaran akan dilakukan secara offline. Selain mendapat mata kuliah yang ditawarkan ITB Stikom Bali, mahasiswa ini juga mendapat materi khusus untuk mengenal budaya yang ada di Bali. (Kanalbali/LSU)



Be the first to comment