GIANYAR, kanalbali.id– Politeknik Transportasi Darat Bali menjadi tuan rumah dalam acara Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) ke XXV Tahun 2022.
Forum ini menjadi wadah bagi para peneliti, praktisi, pejabat publik, dan mahasiswa, dan stakeholder dari Indonesia dan luar negeri untuk bertukar pikiran kajian, pandangan, ide dan pengalaman terkini dalam pengembangan sektor transportasi masa depan.
Direktur Politeknik Transportasi Darat Bali, Ir. Efendhi Prih Raharjo, menyebut lebih 275 paper yang berkaitan dengan transportasi akan dibahas dalam forum ini.
“Tentu kami bertujuan untuk memajukan transportasi di Indonesia, banyak sekali hal yang perlu kita perhatikan terlebih dengan perkembangannya transportasi kendaraan listrik,” ungkapnya, Sabtu (26/11).

Effendi menyebut, sebanyak 153 perguruan tinggi bidang transportasi terlibat dalam forum ini. Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) 2022 merupakan rangkaian kegiatan rutin tahunan yang diadakan secara bergantian di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.
Tujuannya, meningkatkan interaksi dan komunikasi antara sesama mahasiswa, staf pengajar, dan peneliti di berbagai Perguruan Tinggi yang terlibat dalam bidang transportasi.
Sementara itu, Ketua Majelis Profesi dan Etik MTI, Prof Dr Agus taufik Mulyono mengatakan saat ini tantangan terbesar menghadapi era baru transportasi di Indonesia yakni paradigma masayarakat.
“Seperti kendaraan listrik, kita harus melakukan edukasi publik, bahwa kendaraan listrik bukan sekedar euforia tetapi juga keselamatan, dan pembangunan paradigma ini perlu dilakukan,” katanya.
Selain itu juga tingkat penggunaan transportasi umum. Dr Molyono mengatakan tingkat kemajuan transportasi suatu daerah diukur dari banyaknya masyarakat yang menggunakan transportasi umum.”Yang dipentingkan dalam transportasi adalah manusia yang bergerak bukan kendaraan yang bergerak, nah ini harus diperhatikan karena dalam transportasi itu harus ada nilai humanistik yaitu nilai manusia untuk kesejahteraan, dan kemajuan,” tambahnya. (Kanalbali/WIB)



Be the first to comment