Kasus Pemalsuan Kwitansi , Gede Pujiyama Kembali Diperiksa

DENPASAR – Ketut Gede Pujiama kembali menjalani pemeriksaan lanjutan atas kasus kwitansi palsu yang dilaporkannya. Kasus itu terkait pula dengan perkara penyerobotan tanah miliknya yang bertempat di Jl Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan.

Ia bersama anak dan tim hukumnya, Senin (13/7) mendatangi Diskrimum Polda Bali dengan membawa bukti kwitansi penjualan tanah yang diduga palsu. “Materi yang ditanyakan oleh penyidik tadi ada sekitar 22 pertanyaan yang masih berkaitan dengan laporan pak Pujiama tentang pemalsuan surat,”ungkap anggota tim hukum, Wihartono seusai pemeriksaan.

Kata dia, surat-surat yang ditanyakan itu diantaranya kwitansi yang diduga palsu dan keterangan sporadik tentang jual beli tanah. “Yang ditanyakan diantaranya Kwitansi senilai 60 juta, kwitansi senilai 10 juta, serta pernyataan jual beli yang mana kesemuanya itu pak Pujiama tidak pernah sama sekali menjual pada pihak lain selain Pak Joko,”jelasnya.

Dengan dasar surat-surat itu, penyidik melakukan pendalaman terhadap lahirnya sertifikat 4 bidang seluas 670 m² dengan kwitansi yang diduga palsu. Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian. Yang mana dalam kwitansi 650 m² sedangkan dalam sertifikat 670 m²

“Terjadi benturan yang mana dalam kwitansi jumlah tanah yang diambil dari pak Pujiama 670 m² sedangkan yang di kwitansi 650m²,”jelasnya.

Dari hasil itu, penyidik akan kembali mengembangkan kasus ini dan akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang mengetahui keadaan tanah secara nyata. “Saksi yang mengetahui keadaan tanah diantaranya warga sekitar yang mengetahui secara rill,” tandasnya. “Kami berharap Polda Bali segera menyelesaikan perkara ini dan menangkap oknum-oknum mafia tanah,”pungkasnya. ( kanalbali/WIB )