Kebakaran 10 Kamar Kos Terjadi di Denpasar, 1 Lansia Tewas

DENPASAR, kanalbali.id – Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah indekos bangunan semi permanen di Jalan Tukad Pancoran IV, Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Jumat (28/8).

Pihak kepolisian, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), terkait peristiwa kebakaran itu yang menewaskan seorang perempuan lanjut usia (lansia) perempuan berinisal SM (70) asal Banyuwangi, Jawa Timur, dan seorang korban berinisial IGNBT (30) mengalami luka bakar.

“Jasad korban tertimbun puing-puing bangunan. Korban meninggal dunia merupakan seorang lansia yang sudah susah untuk berjalan atau susah bergerak untuk beraktivitas,” kata Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, Jumat (28/8) siang.

Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Jumat (28/8) sekitar pukul pukul 05.30 WITA. Dari keterangan saksi berinisial AJ (70) sekitar pukul 05.30 WITA, saat saksi usai melaksanakan shalat subuh melihat penghuni yang berada dilantai dua berhamburan berlari.

Kemudian, saksi bertanya dan dibilang ada kebakaran, saksi melihat di lantai dua api sudah membesar. Kemudian saksi keluar menyelamatkan diri, saksi mengatakan bahwa istrinya atau korban SM ada yang membantu menyelamatkan tetapi bangunan keburu roboh menimpa korban dan terjebak api dan bangunan.

Kemudian, dari keterangan saksi IGNW (45) saat itu saksi tiba-tiba terbangun dan mendengar adanya teriakan kebakaran. Lalu, saksi keluar ruangan menyelamatkan diri bersama dengen adik saksi atau korban IGNBT dari kamarnya di lantai dua.

Namun, korban IGNBT kembali ke kamarnya di lantai dua untuk mengambil dompet dan pada saat turun dari lantai dua korban terkena sambaran api.

“Sehingga mengalami beberapa luka bakar dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bros,” jelasnya.

Sementara, dari keterangan saksi AR (61) sekitar pukul 05.50 WITA seusai shalat subuh saksi sedang tidur-tiduran di kamar. Lalu saksi mendengan suara ribut di lantai dua dan melihat api sudah membesar.
Selanjutnya saksi mau menolong korban SM untuk mengajak keluar kamar.

“Namun api terlanjur besar dan bangunan roboh, saksi langsung menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Kemudian, dari keterangan saksi GH (41)
menerangkan sekitar pukul 05.30 WITA, berawal dari saksi selesai mandi dan melihat cahaya dari celah pintu kamar sebelah yang kosong tanpa penghuni, saksi pun panik dan membangunkan dua anak saksi.

“Dan sambil lari saksi teriak kebakaran, setelah itu (para penghuni) berhamburan lari menyelamatkan diri,” ujarnya.

Iptu Azel mengatakan, api muncul dari kamar kos-kosan yang kosong. Api dengan cepat membesar merambat ke rumah tetangga dan bengkel las yang berada di sebelah tempat kejadian perkara (TKP).

“Terbakarnya 10 kamar kos-kosan beserta barang-barang yang ada di dalam, satu rumah milik pribadi dan bengkel las yang posisinya tepat di sebelah kanan kiri sumber api atau awal munculnya api,” ujarnya.

Kemudian pada pukul 07.15 WITA, api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Denpasar dengan menggunakan 7 unit mobil Damkar kota Denpasar.

“Penyebab kebakaran dugaan awal dari konsleting listrik dari kamar kos-kosan yang kosong. Untuk jenazah korban meninggal dunia dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar,” ujarnya.(kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?