BANGLI, kanallabali.id – Kawasan hutan konservasi di Blok Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, dilalap si jago merah atau terbakar pada Selasa (6/10) sekitar pukul 11:00 WITA.
Pemadaman di kawasan hutan tersebut, dilakukan sejak siang hingga sore pukul 16:00 WITA oleh para petugas gabungan baik Polri, TNI dan petugas pemadam kebakaran serta warga setempat.
Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta mengatakan, sekitar pukul 16.00 WITA api berhasil dipadamkan oleh personel gabungan bersama masyarakat setempat.
“Selanjutnya dilakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali,” kata Iptu Gumiliarta, Selasa (6/10) malam.
Ia menyebutkan, awalnya pada pukul 11.20 WITA api pertamakali terlihat di pinggir jalan kawasan hutan konservasi, kesatuan pengelolaan hutan konservasi (KPHK) Kintamani, Blok Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan.
Kemudian, masyarakat sekitar yang mengetahui adanya kebakaran berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya. Namun, akibat kondisi angin yang cukup kencang, api dengan cepat membesar dan merambat ke area semak belukar serta dedaunan kering di sekitar lokasi mengingat medan cukup sulit dijangkau.
Selanjutnya, pukul 11.35 WITA, personel gabungan tiba di lokasi dan bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia. Dan pada pukul 13.00 WITA, satu unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangli tiba di lokasi dan langsung melaksanakan upaya pemadaman terhadap titik api.
Dalam proses pemadaman, api sempat merambat dan mendekati area perkebunan milik warga. Untuk mempermudah dan mempercepat upaya pemadaman, masyarakat memberikan akses sumber air yang terdapat di area perkebunan warga untuk digunakan oleh personel gabungan dalam melakukan pemadaman dan penyekatan api dan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.
Iptu Gumiliarta menyampaikan, kebakaran diduga disebabkan oleh gesekan dahan kering akibat kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang.
“Akibat kejadian tersebut, kawasan hutan seluas kurang lebih 6 hektar terbakar,” ujarnya. (kanalbali/RLS)


