Kisah Ojol di Denpasar, Ikhlas Antar Gratis Napi Baru Lepas ke Bangli

DENPASAR- Seorang driver Ojek Online (Ojol) di Denpasar bernama Iwan Sugito Pranoto (34) mengantarkan seorang penumpang dari Denpasar ke Kabupaten Bangli, pada Senin (25/5) kemarin.

Iwan mengatarkan penumpang itu, dari Denpasar ke Kabupaten Bangli dengan jarak sekitar 40 kilo meter. Kendati demikian, Iwan tidak mendapatkan bayaran. Karena, penumpang tersebut tidak memiliki uang sepeserpun.”Iya, sampai dibuka kantong celananya nunjukin tidak punya uang,” kata Iwan pria asal Surabaya, Jawa Timur ini, saat dihubungi, Selasa (26/5).

Iwan juga menyampaikan, untuk tarif dari Denpasar ke Bangli berkisar Rp 250 ribu. Namun dirinya mengaku sudah ikhlas dan tak mempermasalahkannya soal penumpang tersebut. Penumpang itu rupanya tahanan yang baru dibebaskan dari sebuah Lembaga Pemasyarakatan dan tahanan itu mengaku tidak memiliki uang dan belum tentu juga diterima lagi oleh keluarga besarnya. “Saya tidak bisa bayar bapak. Baru lepas dari tahanan. Belum tentu keluarga menerima,” terang Iwan menirukan ucapam penumpangnya itu.

Ayah dua anak ini juga menceritakan, awal mula mengantar penumpang ke Bangli tersebut. Saat itu, Senin (25/5) sekitar pukul 02:00 Wita siang, dirinya sedang mengendarai sepeda motornya sambil menunggu orderan.
Selanjutnya, sampai di depan Lapangan Lumintang, Denpasar, ada seorang laki-laki berusia 40 tahun berjalan kaki dan kemudian memanggilnya. Si laki-laki itu meminta Iwan mengantarya ke Kabupaten Bangli untuk pulang ke rumahnya.

“Awalnya lagi putar-putar nungguin orderan. Sampai di depan Lumintang ada bapak jalan kaki manggil ojek-ojek dan langsung bilang ke Bangli,” ungkapnya. Karena, pada saat itu orderan sedang sepi pesanan. Akhirnya, Iwan menyetujui dan mengantar si penumpang itu. Namun, saat di dalam perjalanan dirinya sudah merasa ada yang aneh dengan penumpangnya. Karena, saat ditanya jawabannya selalu “iya” dan berubah-ubah seperti orang linglung dan duduknya terlihat tidak tenang.

Iwan juga sempat mengira, bahwa penumpangnya ada adalah pasien di Rumah Sakit Jiwa Bangli.” (Saya sempat)
curiga pasien rumah sakit Bangli,” jelasnya. Tak sampai disitu, firasat tak enak Iwan kembali muncul saat dirinya berhenti sesaat dan penumpangnya itu mengambil minumannya dan langsung menghabiskannya. “Bapak saya haus, saya minta ya (Minuman). Diminum sampai habis lalu dibuang,” ujar Iwan.

Kemudian, Iwan melanjutkan perjalanannya dengan tujuan Pasar Bangli. Setelah sampai, penumpang turun dan melepas helm dan penumpang itu meminta maaf dan mengatakan tak mampu membayar. “Saya ikhlas dan tidak apa-apa, sudah firasat,” ujar Iwan.( kanalbali/KAD)