UBUD , kanalbali.id- Malam penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2026, Sabtu (8/8/2026) menegaskan karakter internasional UVJF.
Watchdog, duo asal Prancis yang terdiri dari Anne Quillier (piano, keyboard, Moog, vokal) dan Pierre Horckmans (klarinet bas), membawakan komposisi dari album terbaru mereka, Fables, dengan dukungan AJC (Association Jazzé Croisé) dan Institut Français Indonésie.
Pong Nakornchai Ensemble mempertemukan drummer Thailand Pong Nakornchai, bassist Indonesia Indra Gupta, dan gitaris Michael Ananda Aartsen dalam komposisi saksofonis Amerika Joe Rosenberg.
Sementara itu, Jadi Peperzak Quartet — dipimpin gitaris Belanda Jadi Peperzak bersama pianis Indonesia Kasyfi Kalyasyena, bassist Nepal Sulav Maharjan, dan drummer Belanda Rafael Slors — membawakan materi dari album debut mereka, Amity, yang terinspirasi antara lain oleh Pat Metheny, Kurt Rosenwinkel, Wayne Shorter, dan Herbie Hancock, dengan dukungan Erasmus Huis Jakarta.
ITB STIKOM Bali Lolos Penilaian 8 Indeks Kinerja Utama PTS yang Digelar Ditjen Diktiristek
Sementara itu H ZETTRIO, trio instrumental asal Jepang yang dikenal lewat hidung berwarna khas mereka — biru untuk pianis H ZETT M, merah untuk bassist H ZETT NIRE, dan perak untuk drummer H ZETT KOU — tampil di Giri Stage membawakan materi dari album terbaru mereka, QUESTUNE.
Disususl kemidam. String Corner Project turut mengisi Subak Stage dengan perpaduan gitar flamenco, improvisasi jazz, dan ritme Nusantara melalui kolaborasi gitaris Adien Fazmail dan Icang Rahimy. Festival kemudian resmi ditutup oleh Salamander Big Band di Giri Stage menjelang tengah malam.
Hari kedua festival secara keselurhan menghadirkan sepuluh penampilan yang bergantian mengisi Giri Stage dan Subak Stage, dimulai pukul 16.30 WITA dengan Westside Vinyl DeeJays di Community Stage dan JZ.KA Trio membuka Subak Stage.
Salah satu benang merah yang mengikat festival tahun ini adalah regenerasi. Membuka Subak Stage pada malam penutupan itu, JZ.KA Trio — Putu Angelika (piano, vokal), Jesse Adiputra (drum), dan Samuel Pardosi (kontra bas) — tampil sebagai wajah generasi Z dalam skena jazz Bali, memadukan energi jazz vokal romantis dengan kematangan musikal yang melampaui usia mereka.
Bersama Rason Trio yang tampil di malam pembukaan di bawah kepemimpinan gitaris muda Rason Wardjojo, JZ.KA Trio menjadi bagian dari program “preservation of Jazzistry”, komitmen UVJF untuk terus membuka panggung bagi musisi muda Indonesia berbakat.
“Aku senang bisa belajar musik jazz. Aku jatuh cinta dengan jazz, dan rasanya masih banyak sekali yang bisa aku pelajari darinya,” kata Putu Angelika, vokalis sekaligus pianis JZ.KA Trio, mengenang pengalamannya tampil di UVJF 2026.
Di ujung spektrum yang lain, Dodot Trio menghadirkan pianis Dodot Atmojo, sosok yang telah mengisi skena jazz Bali selama lebih dari empat dekade, bersama Helmy Agustrian (kontra bas) dan Wisnu Priambodo (drum). Tampil membawakan karya-karya dari album perdananya, The Story of White Piano, trio ini menjadi pengingat bahwa di panggung yang sama, generasi termuda dan musisi senior Bali bertemu dalam bahasa yang sama: jazz sebagai percakapan yang terus hidup. ( kanalbali/RLS/RFH )


