DENPASAR, kanalbali.id – Ratusan anak muda berkumpul di Universitas Udayana (Unud) untuk menyerukan penolakan intervensi industri rokok pada kegiatan anak-anak muda.
Seruan pada Senin (26/5/2025) itu disampaikan serangkaian acara Youth Forum menyambut Indonesia Conferenve on Tobacco Control (ICTOH) ke-10 pada 2025.
Budaya Produktif di Era Digital
Anggota DPRD Bali termuda Putu Diah Pradnya Maharani alias Gek Diah yang ikut hadir dalam acara itu menegaskan pentingnya kesadaran untuk menolak rokok sejak di usia muda.
“Kita ingin generasi Indonesia emas, bukan generasi cemas karena tak sehat,” tegasnya.
BACA JUGA: Hoaks Ancam Generasi Muda, Pramuka Buleleng Buat Pelatihan Digital
Prevalensi perokok di Indonesia mencapai 70 juta orang dimana 7,4 persen diantaranya adalah anak muda yang mulai merokok di usia 4 hingga 9 tahun.
Untuk di Bali, kata dia, sudah ada Perda tentang Pengaturan rokok sejak tahun 2011. Namun perda itu akan direvisi antara lain karena perkembangan situasi dimana muncul rokok elejtrik atau Vape.

Sementara itu, personel grup band “Nostress” Man Angga menyatakan, mereka konsisten untuk menolak iklan rokok karena menyadari bahaya asap rokok, bukan hanya bagi yang aktif juga bagi yang pasif.
Salah-satu lagu mereka “Smoking Kills” terinspirasi oleh budaya merokok di kalangan anak muda. “Kadang kita juga bingung, bungkusnya diisi gambar yang mengerikan tapi kok boleh diedarkan bebas,” sebutnya.
Sikap menolak sponsor rokok bukan tanpa risiko karena mereka harus menolak sejumlah event. Ada juga event yang tak menyebut siapa sponsornya dan ternyata saat cek sound baru ketahuan.
“Akhirnya panitia mau menurunkan property sponsor saat kami main, kalau tidak kami memilih pulang,” sebutnya.
Sementara itu, Dosen Unud Mandara Brasika yang saat ini sedang menempuh kuliah di Exeter University Inggris menyebut, peraturan tentang rokok di luar negeri rata-rata sangat ketat.
“Disini dibtasi usia minimal 15 tahun dan tidka dapat diperoleh di sembarang tempat,” tegasnya yang hadir melalui fasilitas zoom meeting. Hal itu dilakukan karena besarnya dampak kesehatan dari perilaku merokok yang pada akhirnya menjadi beban bagi anggaran negara. ( kanalbali/ RFH )



Be the first to comment