TABANAN, kanalbali.id – Wakil Menteri (Wamen) Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Luh Enik Ermawati memperkirakan pergerakan wisatawan domestik (wisdom) selama libur Hari Raya Idhul Fitri atau lebaran 2026 tetap tinggi dan berpotensi menembus lebih dari 100 juta orang.
Hal tersebut, ia sampaikan saat mengunjungi Kebun Raya Bedugul, di Kabupaten Tabanan, Bali, pada Senin (23/3).
“Jadi kita kan lihat data dari Kemenhub (Kementerian Perhubungan). Kalau data dari Kemenhub itu survei-nya ada pergerakan orang yang akan mudik itu sekitar lebih dari 100 juta orang,” kata Wamen Ermawati.
“Kalau di libur lebaran tahun lalu (2025) itu sampai lebih dari 100 juta kalau tidak salah. Masyarakat bergerak, kita perkirakan tahun ini juga sama,” imbuhnya.
Kendati demikian, untuk pergerakan wisdom di libur lebaran 2026, terkonsentrasi di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan daerah istimewa Yogyakarta, serta Banten maupun DKI Jakarta.
“Cuma memang sebarannya ini yang kita lihat mungkin prioritas yang terbanyak terjadi masih di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan kemudian Jawa Barat dan daerah istimewa Yogyakarta dan Jakarta itu masih menjadi destinasi favorit, kemudian Banten,” jelasnya.
Ia menyebutkan, karena di wilayah Jawa saat ini infrastruktur jalannya sudah cukup memadai dan masyarakat kalau lagi libur lebaran mereka lebih suka family trip.
“Jadi menggunakan kendaraan pribadi. Karena lintas Jawa ini, infrastrukturnya sudah cukup baik mereka memilih untuk berwisata di sekitaran wilayah Jawa. Termasuk kalau kita lihat data dari Kemenhub, survei-nya menunjukkan bahwa mereka rata-rata memang mudik masih di wilayah-wilayah Jawa,” sebutnya.
“Sehingga kita lihat tahun ini mungkin konsentrasi masih banyak di Jawa. Nah yang Sumatera mereka masih banyak juga berwisata di lintas Sumatera karena infrastruktur Sumatera juga sudah cukup baik,” lanjutnya.
Kemudian, untuk wisdom yang berlibur ke Pulau Bali di momen lebaran 2026 ini, juga cukup banyak tetapi tidak setinggi kunjungan wisdom di wilayah Pulau Jawa.
“Nah yang Bali ini selain masyarakat Bali-nya (yang berlibur), kita perkirakan yang dari Jawa juga ada yang menyebrang lewat (Pelabuhan) Gilimanuk begitu. Mungkin Bali tidak setinggi Jawa tapi secara nasional, nanti kita akan lihat tapi berdasarkan tahun lalu sih jumlahnya cukup banyak. Jadi tahun ini kita harapkan seperti itu juga. Karena instruksi Pak Presiden (Prabowo Subianto) bagaimana kita menggeliatkan wisata dalam negeri kita,” ujarnya. (“)


