Enggan Mati Gaya Saat Pandemi, Jual Nasi Jinggo Pun Pakai Jas dan Dasi

Sufyan Miftahol Arifin Nur menunjukkan name tag sebagai penjual nasi Jinggo - Zul T Eduardo

DENPASAR – Sufyan Miftahol Arifin Nur namanya. Ia biasa di panggil yayan. Perajin asesoris dari bahan resin untuk pasar eksport itu kini beralih profesi menjadi seorang penjual nasi jinggo. Tapi ia enggan mati gaya. Dikenakannya jas ala orang  kantoran lengkap dengan dasi hingga sepatu pantofelnya.

Pada Rabu (1/7/2020) pagi itu , dari rumahnya di Jalan Gunung Lebah,  Denpasar,  dia bersiap menjajakan nasi jinggo spesial sambal ijo racikan mertuanya. Gayanya itu membuat menu jualannya laris manis karena terlihat unik dan orang percaya akan higienitasnya.

Menyiapkan barang dagangan dengan menu utama nasi Jinggo dilengkapi lauk pauk, gorengan, kerupuk dan aneka minuman panas siap seduh – Zul T Eduardo
Meminta restu dari mertua yang sekaligus menjadi peracik menu nasi Jinggo – Zul T Eduardo
Menyusuri jalanan kota Denpasar, khususnya di jalur Jalan Buana Raya, Cargo dan Marlboro Barat. Sesekali dia berhenti untuk melayani pelangganya – Zul T Eduardo
Outlet nasi jinggo ini gampang dikenali . Selain karena penampilan yang unik juga karena tulisan dalam papan merah yang berisi menu jualannya – Zul T Eduardo
Saat melayani pelanggan, ia tak lupa mengenakan faceshield sebagai standar kesehatan masa pandemi COVID-19 – Zul T Eduardo
Kata mutiara  dalam bahasan Jawa “Polah sakjeroning pasrah” yang berarti tetap berusaha meskipun pasrah pada kehendak yang kuasa mewakili tekatnya untuk tidak menyerah di masa pandemi corona – Zul T Eduardo