Mencari Kandidat Ketua Kagama di Munas Bali 2019

Mas Drajat (kanan) dalam suatu acara (IST)

oleh : Mas Drajat (Anggota Kagama Bali)

Waktu pelaksanaan musyawarah nasional keluarga alumni Universitas Gadjah Mada atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kagama, sudah semakin dekat, yakni pada 15-17 November 2019.

Berbagai persiapan pelaksanaan munas telah dilakukan oleh panitia pelaksana di Bali dengan melakukan koordinasi dan pertemuan dengan berbagai pihak.

Ada juga banyak kegiatan yang dikemas dalam tajuk ‘ Goes to Munas’ dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, antara lain egiatan Resik-Pantai di Sanur, dan kegiatan bersih lingkungan bersama masyarakat di sungai dan kawasan Mangrove, memberikan sumbangan anak yatim piatu di Bali; bakti sosial pemeriksaan mata, pemberian kacamata dan operasi katarak gratis yang diselenggarakan atas kerjasama dengan yayasan John Fawcet Foundation (JFF) di desa Belayu, kecamatan Marga, Tabanan.

Panitia Munas Kagama bersama Rektor ISI Denpasar Gede Arya Sugiartha membicarakan partisipasi ISI saat acara pembukaan Munas (IST)

Sementara itu sinergi dengan pengurus pusat Kagama juga terus dilakukan diantara kesibukannya menyiapkan rangkaian acara seminar nasional yang puncaknya akan dilaksanakan berbarengan dengan acara munas di Bali.

Yang tak bisa dilupakan adalah, tujuan diselenggarakan musyawarah nasional Kagama sesuai yang diamanatkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi, adalah terpilihnya Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama beserta semua produk putusan munas ke 13.

Tentusaja tujuan ini merupakan hal yang menarik dari kacamata anggota Kagama maupun bagi masyarakat umum. Selama lima tahun, sejak munas Kagama ke 12 dilaksanakan di kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada tahun 2014, Keluarga Alumni Gadjah Mada dipimpin oleh Ganjar Pranowo yang juga Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023.

Pengurus dan Panitia Munas Kagama berpartisipasi dalam acara Bali Mereresik yang digekar IA ITB di Pantai Sanur (IST)

Selama kepemimpinan Ganjar Pranowo, banyak hal telah dilakukan Kagama baik yang bersifat internal, khususnya dalam hal pemekaran organisasi dengan mengajak semakin banyak alumni UGM bergabung dan berkarya melalui organisasi.

Sementara yang bersifat eksternal, yakni melalui berbagai kegiatan sosial dan partisipasi dalam memikirkan konsep-konsep pembangunan di negeri ini.

Rangkaian seminar nasional yang sedang dilaksanakan merupakan salah satunya, yakni diharapkan berbagai pemikiran yang dihasilkan dari rangkaian seminar nasional yang bertajuk “Mempersiapkan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Menuju Indonesia Maju” bisa menjadi sumbangsih pemikiran Kagama yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Pertanyaan perihal siapa saja kandidat yang akan berkompetisi pada munas Kagama ke 13 ini menjadi hal yang menarik. Sebab selama ini memang geliat organisasi alumni ini lebih banyak diarahkan pada kegiatan kekeluargaan dan kebersamaan dan tidak menyentuh sisi-sisi politik praktis, sehingga bagi khalayak tidak terlalu mencolok untuk diperhatikan, termasuk para kandidat ketua umumnya. Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo , Ketua PP Kagama (IST)

Sebagaimana diamanatkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi, masih memiliki kesempatan sekali lagi untuk memimpin Kagama dan banyak orang masih melihat potensi besar Ganjar untuk membawa organisasi ini kedepan.

Gubernur yang dikenal akrab dan merakyat di Jawa Tengah dan sangat menyukai nasi campur khas Bali “Men Weti” di Sanur ini juga dikenal akrab dan inklusif terhadap alumni UGM, bahkan melalui kepemimpinannya, dia menegaskan bahwa siapa saja yang pernah kuliah atau setidaknya pernah tercatat kuliah di UGM, lulus maupun tidak lulus, bisa menjadi anggota Kagama.

Sebab, menurutnya, organisasi ini bersifat kekeluargaan yang mengedepankan semboyan: “Guyub, Gayeng lan Migunani”, sebuah istilah Jawa yang berarti akrab, menyenangkan dan bermanfaat. Pada suatu kesempatan, Ganjar pernah menyebutkan bahwa ada salah seorang sahabatnya yang pernah kuliah di UGM selama satu semester namun tidak melanjutkan saat ini telah menjadi seorang tokoh wirausahawan di Amerika.

Anggota Kagama Bali ikut serta dalam acara donor darah (IST)

Ia berhasil diyakinkan oleh Ganjar untuk bergabung dalam Kagama dan berkarya bagi negeri yang lama ditinggalkannya. Dan menurutnya sekarang sahabatnya tersebut menjadi salah seorang anggota Kagama yang sangat aktif memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan Kagama.

Meski belum muncul dengan jelas, “saru-gremeng” dikalangan anggota Kagama menyebut secara lirih beberapa nama kandidat ketua umum Kagama seperti Anies Baswedan yang juga Gubernur DKI Jakarta, Anggito Abimanyu mantan pejabat di Kemenkeu yang saat ini masih aktif mengajar di Fakultas Ekonomi UGM.

Lalu ada Ari Dwipayana, staff khusus kepresidenan berasal dari Bali yang sering terlihat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam berbagai aktifitas di Bali, serta ada nama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Beberapa nama diatas mempunyai potensi untuk dilirik menjadi calon ketua umum Kagama periode 2019-2024 dengan berbagai nuansa sorotan massa atas kinerja para kandidat tersebut selama ini.

Siapakah yang nanti akan memimpin Kagama kedepan sampai tahun 2024, marilah kita nantikan hasil Munas pada pertengahan November 2019. (kanalbali/IST)