Merasa Tak Pernah Jual Tanah, Seorang Kakek Laporkan Dugaan Kwitansi Palsu ke Polda Bali

Wihartono (ujung kanan) bersama kliennya Gede Pujiama menunjukkan surat pengaduan ke Polda Bali - IST

DENPASAR – Seorang kakek bernama Ketut Gede Pujiama, 73 tahun, melaporkan kasus dugaan adanya kwitansi palsu atas nama dirinya kepada Direskrimum Polda Bali. Akibat, adanya kwitansi itu, dia seolah-olah telah menjual tanah kepada seseorang berinisial WP.

“Akibat selanjutnya, keluarlah sertifikat hak milik tanah atas nama WP,” kata pengacara Wihartono yang bersama timnya mendampingi kakek tersebut. Tanah itu adalah milik kliennya yang adalah warisan dari orang tuanya bernama I Gede Wania dan berada di jalan Batas Dukuh Sari, Gang Merak, Sesetan, Denpasar.

Dugaan pemalsuan muncul karena dalam kwitansi ada tanda-tangan dari Pujiama. Kwitansi dibuat pada 27 Januari 1990 dan 10 Maret 1990 tetapi dengan menggunakan materai senilai Rp 6.000. Padahal materai semacam itu baru mulai digunakan pada tahun 2006.

Ada juga surat pernyataan yang seolah-olah ditanda-tangani oleh Pujiama bahwa dia telah menjual kepada WP dengan luas tanah 60 M2. “Namun klien saya membantah dengan tegas dan tidak pernah menandatangani pernyataan semacam itu,” tegasnya.

Dengan adanya pengaduan kepada Polda Bali itu, dia berharap, polisi dapat segera bertindak untuk melakukan penyelidikan sehingga pihak-pihak yang terlibat dapat dikenai hukuman demi adanya keadilan bagi kliennya. “Kasihan klien saya yang sudah tua dan sakit-sakitan harus menghadapi masalah semacam ini,” tegasnya. ( kanalbali/RFH )