GIANYAR, kanalbali.id – Dalam sebulan ini Ganjarian Komter Bali banyak berkegiatan dengan masyarakat, mulai dari Jalan Sehat Relawan Ganjar Bali, membersihkan Pantai Lembeng bersama Relawan World Cleanup Day (WCD), kampanye Relawan di Hari Bahasa Isyarat Internasional (ISLD) dan kali ini ikut memperingati Hari Rabies Dunia (WRD).
Bali adalah endemik Rabies, setelah menelan korban sebanyak 113 orang kurun 2009-2011. Seakan enggan pergi, korban Rabies di Bali kembali berjatuhan sepanjang 2020-2023, yaitu sebanyak 22 orang.
PJ Ketua Ganjarian Spartan Komter Bali, Ranggawisnu yang juga pegiat mitigasi Bali, mengingatkan pemerintahan dan PJ Gubernur Bali agar serius menangani Rabies. Terlebih dengan bergesernya target Bali Bebas Rabies menjadi tahun 2028.
BACA JUGA: Soal Jadi Cawapres Ganjar, Andika Mengaku Siap Ditugaskan Apa Saja
“Covod saja yg menjadi pandemi bisa diselesaikan 2 tahun, kenapa Rabies yg sudah KLB di Bali sejak 2008 tidak juga tuntas?” Ujarnya mengingatkan status KLB di beberapa Kabupaten juga belum dicabut atau diberlakukan kembali.
Keberhasilan penanggulangan pandemi Covid di Bali tidak terlepas dari peran semua pihak, penerapan strategi Pentahelix yg sesungguhnya, menurut Rangga.
“Ganjarian Spartan Komter Bali siap membantu pemerintah dan mengajak Krama Bali untuk sama-sama kembali bertempur melawan Rabies secara Spartan!” yaitu dengan mengepung lokasi-lokasi risiko tinggi Rabies, melibatkan semua pihak termasuk perbanyak Anjing Bali yg divaksin. Strategi yg ia sebut sebagai penerapan herd immunity total, vaksinasi optimal.
Bali sebenernya mempunya pengalaman berhasil menerapkan kekebalan kelompok (herd immunity) pada eradikasi Rabies 2011-2013. Seluruh pihak berkontribusi pada mitigasi, respon dan edukasi Rabies di Bali. Termasuk dunia internasional seperti yg dicontoh pada penanggulangan pandemi Covid. Tinggal keberanian dari pemerintah Propinsi Bali untuk kembali menggerakkan semua potensi dalam eliminasi Rabies total. (kanalbali/RLS)



Be the first to comment