Pengurangan 70 Persen Sampah Plastik di Laut Pada 2025 Masih Jauh Dari Target

Sampah plastik menjadi masalah musiman di Pantai Kuta, Bali - IST

Target pemerintah untuk mengurangi sampah plastik di lautan sampai 70% pada tahun 2025 akan menjalani jalan terjal. Sejak terget itu dicetuskan pada tahun 2018 lalu, setidaknya baru sekitar 15,3% ada pengurangan sampah plastik di lautan Indonesia.

“Dalam penghitungan kami meskipun datanya masih data sementara, dalam dua tahun ini kita sudah bisa mengurangi kurang lebih 15,3% sampah plastik laut. Nah ini kan masih jauh dari target nasional yang 70% di 2025,” kata Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Sampah dan Limbah Kementerian Koordinator Bidang Kemenko Marves, Rofi Alhanif dalam Webinar, Selasa (16/3/2021).

Rofi menuturkan, berdasarkan hasil perhitungan sementara Tim Sekretariat Nasional Penangan Sampah Laut, total sampah yang masuk ke laut pada tahun 2020 sekitar 521.540 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.784 ton berasal dari aktivitas di laut atau sea-based leakage. Perhitungan ini sudah memasukan data kebocoran sampah dari aktivias di laut yang dihitung melalui pendekatan jumlah trip kapal penumpang dan kapal perikanan.

Ditengah situasi itu, ia mengaku akan terus melakukan berbagai inovasi dan koordinasi dengan lembaga terkait agar penanganan sampah laut bisa maksimal. “Jadi kita masih punya waktu 4 tahun kedepan untuk mempercepat lagi, Inovasi yang ujungnya bisa mengurangi sampah laut,” jelasnya.

Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Sampah dan Limbah Kementerian Koordinator Bidang Kemenko Marves, Rofi Alhanif dalam Webinar – IST

Rencana itu, lanjut Rofi, sudah selaras dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2018, tentang Penanganan Sampah Laut yang berisikan strategi, program, dan kegiatan yang sinergis, terukur, dan terarah untuk mengurangi jumlah sampah di laut, terutama sampah plastik.

Regulasi yang kemudian dituangkan dalam bentuk Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut Tahun 2018-2025 itu, merupakan dokumen perencanaan yang memberikan arahan strategis bagi kementerian/lembaga, dan acuan bagi masyarakat serta pelaku usaha dalam rangka percepatan penanganan sampah laut untuk periode delapan tahun, terhitung sejak 2018 sampai dengan 2025.

“Solusinya itu kan bisa berupa pencegahan produksi dan konsumsi plastik, pengurangan pemakaian plastik sekali pakai dan menawarkan model guna ulang, penghapusan polusi plastik melalui desain ulang, inovasi dan model pengiriman baru, terus pemisahan penggunaan plastik dari konsumsi sumber daya terbatas, terutama bahan baku fosil, dan ini yang akan kita terus dorong,” tuturnya. (Kanalbali/ACH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.