Polisi Jalani Rapid Test Usai Amankan Aksi Omnibus Law

Usai melakukan pengamanan aksi unjuk rasa menolak Undang Undang Cipta Kerja atau omnibus law, sejumlah personel kepolisian langsung menjalani rapid test. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya kemungkinan paparan COVID-19 setelah berkerumun dengan massa aksi ataupun personel yang lain.

Tak kurang dari dua pleton personel Polres Badung langsung dirapid test Jumat (9/10) lalu.

“Ini (rapid test-red) penting dilakukan agar mengetahui kesehatan para personel, Jangan sampai ada yang tidak sehat dan bisa menular kepada personel lain ataupun keluarga mereka di rumah,”ungkap Kasat Sabhara Polres Badung Iptu Ketut Suandi saat diwawancarai Minggu (11/10).

Pihaknya mengemukakan tidak ingin ada anggota yang sampai terpapar COVID-19 akibat unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tidak puas atas disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja itu.

“Kami belum bisa mengetahui hasilnya mudah-mudahan saja ke 79 anggota yang di rapid test ini semuanya non reaktif,” ujarnya.

Aparat kepolisian menjalani rapid test usai pengamanan aksi omnibus law - IST
Aparat kepolisian menjalani rapid test usai pengamanan aksi omnibus law – IST

Sementara itu, Kabid Humas Polresta Denpasar Kabag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi mengemukakan setiap gelaran pengamanan ataupun sidak operasi yustisi, para aparat kepolisian rutin melakukan rapid tes. “Kami selalu rutin menggelar tes rapid maupun swab, memang ini menjadi hal yang wajib untuk dilakukan,”terangnya.(kanalbali/WIB)