KUTA, kanalbali.id – UPTD Puskesmas Kuta II, Kabupaten Badung Bali, memiliki komitmen yang kuat untuk pencapaian target zero HIV AIDS tahun 2030. Hal ini diketahui dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan KPA Bali bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali di Puskesmas Kuta II beberapa waktu lalu.
Hasil yang diperoleh di UPTD Puskesmas Kuta II sungguh luar biasa.
Perkembangan menuju target 95-95-95 dan Getting Three Zero pada Tahun 2030 sampai dengan bulan Juni 2026 pada UPTD Puskesmas Kuta II sejumlah 78% sedang dalam pengobatan ARV dari ODHIV Hidup Tahu Statusnya. Dan sejumlah 66% ODHIV dengan Viral Load Tersupresi dari yang sedang Pengobatan ARV di UPTD Puskesmas Kuta II.
Pada Bulan Januari sampai Juni Tahun 2026 ditemukan kasus baru HIV pada UPTD Puskesmas Kuta II dengan pelaporan pada aplikasi pencatatan dan pelaporan HIV.
Konselor di UPTD PKM Kuta II terdapat 6 tenaga konselor termasuk Kepala UPTD PKM Kuta II dalam membantu dan memberikan dukungan kepada klien. Proses konseling dan tes HIV sudah sesuai dengan SOP layanan VCT dimana konselor sudah menerapkan: Informed consent, Confidentiality, Counseling, correct test results, connection to care, treatment and prevention services.
Prinsip dari layanan VCT bersifat rahasia dan dilakukan secara sukarela. Artinya dilakukan atas inisiatif dan persetujuan pasien yang datang pada layanan VCT untuk diperiksa dan hasil pemeriksaan terjaga kerahasiaanya.
Pada UPTD PKM Kuta II terdapat layanan ekstra hour pada Tes HIV yang dilaksanakan sebulan 2 kali pada setiap Rabu pekan pertama dan ketiga dalam setiap bulannya. Layanan ekstra hour ini sangat diminati oleh para klien yang berhalangan datang saat jam operasional puskesmas.
Kolaborasi UPTD PKM Kuta II dalam meningkatkan kualitas layanan, KPA Provinsi Bali dan juga KPA Kabupaten Badung terus melakukan koordinasi serta upaya peningkatan layanan kesehatan dengan salah satunya meningkatkan SDM kesehatan dan refreshment Konselor untuk memastikan kelancaran tes (VCT), perawatan, dan akses obat Antiretroviral (ARV).
Konseling kepatuhan minum obat kepada ODHIV perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya kasus putus obat dan resisten obat. Kasus lost to follow up (LTFU) masih terdapat di UPTD Puskesmas Kuta II dan saat ini kasus LTFU telah dilakukan penelusuran oleh petugas kesehatan dan komunitas pendamping sebaya untuk menelusuri dan mendampingi ODHIV untuk kepatuhan minum obat.
Layanan Kesehatan VCT dan PDP yang berada di Kabupaten Badung terutama pada UPTD PKM Kuta II telah berjalan dengan baik dan sudah dilakukan sesuai petunjuk teknis dan prosedur yang ditetapkan. Untuk pelayanan program HIV telah berkolaborasi dengan semua Poli termasuk dengan Poli TBC. Pelayanan pada UPTD Puskesmas Kuta II menerapkan pelayanan ramah pasien, ramah gender dan tidak membeda-bedakan pasien. Sehingga stigma dan diskrimininasi dapat di minimalisir. (kanalbali/RLS)


