Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban Koperasi Bodong, Kerugian Capai Rp 155 Miliar

Perwakilan korban saat bertemu dengan pengacara Agus Samijaya SH - WIB

Pelajaran berharga kembali harus diterima oleh ratusan orang yang mengaku menjadi korban koperasi bodong. Mereka mengalami kerugian mencapai sekitar Rp 155 Miliar.

Kini korban berjumlah 700 orang lebih  berniat membongkar kasus yang mangkrak . Langkah pertama yang dilakukan , pada Senin sore (10/8) mereka mendatangi  ASA Law Firm untuk memohon bantuan hukum.

Dijelaskan koordinator korban, I Made Budi Artawan, pelaku mengeruk aset korban menggunakan sebelas nama koperasi tersebar di lima kabupaten di Bali. “Hanya itu yang saya tahu.Kami sudah melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian, bahkan sampai ke pengadilan tiga kali, namun tak kunjung ada penyelesaian,”keluhnya.

Kata Made, bedasarkan penuturan dari para oknum pegawai koperasi, aliran dana nasabah mengarah ke rekening satu orang yang berinisial AJW orang yang sebagai pemilik koperasi. Dijelaskan, kesebelas koperasi itu sudah mulai berdiri sejak tahun 2015 namun hingga dinyatakan bangkrut pada 2018, tidak ada dinas terkait yang mengetahui keberadaanya.

Koordinator korban, I Made Budi Artawan bersama pengacara Agus Samijaya – IST

Modus koperasi menjerat para korban, seperti dijelaskan, salah-satu korban  I Gusti Made Suastama adalah dengan tawaran berinvestasi dalam penyelamatan aset yang menjadi tanggungan bank. Caranya, dengan mendepositokan dana ke koperasi. “Saya dijanjikan bunga 1% cashback nya 3 % perbulannya, atas dukungan dari keluarga sayapun tertarik,”ungkapnya. 

Bila korban tak memiliki uang, pihak koperasi bisa mencarikan dana ke pihak bank dengan jaminan aset milik korban.”Di awal di iming-imingi penyelamatan aset, tapi di akhir aset kami yang hilang. Saya mengalami kerugian hingga 500 juta,”keluhnya.

Dalam perkembangan, kasus ini makin bermasalah, karena ada info rencana pembayaran bunga  pada 29 Agustus 2018 dan AJW telah melakukan penandatanganan cek senilai 3,5 miliar. Namun keesokan harinya, ia dikabarkan meninggal dunia tanpa sebab yang jelas.

Lebih misteri lagi, jenazah AJW langsung di kremasi secara tertutup. Cek senilai 3,5 milyar itupun raib tanpa jejak. “Ini akan terus kita dalami, semoga kita bisa menemukan penyelesaiannya,”pungkas Agus Samijaya selaku kuasa hukum.”Kami sangat menduga ini bukan kerja kriminal biasa tapi kejahatan terorganisir dengan sindikasi perbankan dan pihak koperasi bodong,”ungkapnya. ( kanalbali/WIB )