Terekam CCTV, 2 WNA di Bali Diduga Curi Uang Kasir di Apotek

BADUNG, kanalbali.id -Dua warga negara asing (WNA) yang belum diketahui identitasnya diduga mencuri uang tunai di sebuah apotek di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Aksi kedua WNA, laki-laki dan perempuan itu juga terekam di CCTV dan menjadi viral di media sosial pada Jumat (3/6).

Pejabat Sementara (PS) Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/6) malam.

“Modusnya, diduga pelaku mengambil dengan cara masuk ke dalam apotek dengan berpura-pura meminjam toilet,” kata Aiptu Ayu, Jumat (3/7).

Peristiwa tersebut, terjadi di sebuah apotek di Jalan Raya Abianbase, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada Minggu (28/6) sekitar pukul 22:00 WITA dan telah dilaporkan oleh pemilik apotek berinisial GP (30) ke pihak kepolisian.

Kronologisnya, saat itu dua orang karyawan apotek sedang berjaga, sekitar pukul 21.15 WITA, lalu datang dua warga asing ke apotek dan mengaku ingin membeli obat. Kedua WNA itu dari negara Timur Tengah karena tidak mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Inggris.

Kemudian, selama berada di dalam apotek WNA laki-laki meminta izin menggunakan komputer yang berada di meja kasir dengan alasan untuk menerjemahkan bahasa atau translate agar memudahkan komunikasi.

Sementara itu, WNA perempuan meminta izin menggunakan toilet. Pada saat menuju toilet, WNA perempuan diduga berusaha memutar arah kamera CCTV yang terpasang di rak obat.

“Namun tindakan tersebut diketahui oleh salah seorang karyawan apotek, sehingga kamera CCTV kembali pada posisi semula,” imbuhnya.

Setelah itu, kedua WNA tersebut kembali berkumpul dan berbincang-bincang dengan kedua karyawan dan sekitar pukul 21.15 WITA, lalu kedua WNA tersebut keluar dari apotek.

Selanjutnya, sekitar pukul 22.00 WITA, saat karyawan hendak menutup operasional apotek dan melakukan pengecekan hasil penjualan, diketahui bahwa uang tunai yang tersimpan di dalam laci kasir telah hilang sebesar Rp 700 ribu.

“Kerugian diperkirakan sekitar Rp 700.000,” imbuhnya.

Kemudian, pihak karyawan menghubungi pemilik apotek dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian terdekat.

“Atas kejadian tersebut korban melaporkan pada pihak Kepolisian guna proses lebih lanjut. Selain itu, pemilik apotek juga meminta nomor telepon kelian dinas setempat agar informasi mengenai kejadian tersebut dapat disampaikan kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sekitar lokasi, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan mencegah terjadinya peristiwa serupa,” ujarnya. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?