WNA Baku Hantam di Canggu, Dipicu Rebutan Rayu Perempuan

Ilustrasi - pembunuhan di Denpasar - IST
Ilustrasi - pembunuhan di Denpasar - IST

BADUNG, kanalbali.id  – Peristiwa perkelahian atau baku hantam antar warga negara asing (WNA) heboh di jagat maya.

Rekaman video, memperlihatkan aksi perkelahian di area parkir Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Peristiwa baku hantam itu, dipicu kesalahpahaman antara dua kelompok warga asing yang sama-sama terpengaruh minuman beralkohol setelah mengunjungi tempat hiburan malam.

Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (29/6) sekitar pukul 01.20 WITA yang melibatkan empat warga negara asing atau dua kelompok.

“Ada dua belah pihak (4 WNA),” kata Aiptu Aiptu Ayu, Selasa (30/6) sore.

Kronologisnya, sekitar pukul 01.20 WITA, kedua kelompok ini yang tidak saling mengenal baru selesai dari tempat hiburan malam.

Kemudian, saat berada di area parkir Pantai Batu Bolong, terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Ketika salah satu pihak berupaya mendekati dan merayu seorang perempuan yang merupakan warga asing juga. Lalu, pihak lainnya juga melakukan hal serupa sehingga menimbulkan rasa tidak terima dan terjadi perselisihan.

“Situasi tersebut, berkembang menjadi adu mulut hingga terjadi perkelahian berupa saling dorong dan saling pukul,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, saat kejadian kedua kelompok itu diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol dan tidak bisa mengendalikan diri. Insiden baku hantam itu, akhirnya berhasil dilerai oleh beberapa pengunjung pantai yang berada di lokasi.

Selain itu, insiden itu sempat menarik perhatian pengunjung lainnya dan menimbulkan keramaian di sekitar tempat kejadian atau TKP.

“Kedua pihak akhirnya meninggalkan lokasi secara terpisah. Kejadian itu, diduga dipicu oleh kesalahpahaman antar WNA yang berawal dari adanya upaya mendekati seorang perempuan WNA oleh masing-masing pihak,” ujarnya.

“Sehingga menimbulkan perselisihan dan berujung pada perkelahian fisik. Namun hingga saat ini belum ada satupun di antara para pihak yang melakukan pelaporan atas kejadian tersebut ke Polsek Kuta Utara,” ujarnya. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?