Terlibat Tindak Pidana, 93 Warga Asing Ditangkap Polresta Denpasar Selama 2020

DENPASAR- Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitae menyampaikan, sepanjang tahun 2020 ada sebanyak 93 warga asing yang ditangkap oleh Polresta Denpasar, Bali.

Ia menyebutkan, dari 417 tersangka kejahatan di wilayah Polresta Denpasar ada 93 warga asing dari beberapa negara seperti Australia, Inggris, Amerika serta lainnya.

“Warga asing sampai dengan 2020 ada 93 orang atau 22 persen dari 417 tersangka. Jadi dari 417 yang berhasil kita amankan 93 adalah orang asing,” kata Jansen saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (31/12).

“Kasusnya (warga asing) rata-rata sabu, ada Australia, Inggris, Amerika dan lainnya. Ada yang pemakai ada yang pengedar diantara 93 orang paling banyak Australia karena mungkin mereka sering ke sini,” imbuhya.

Ia juga menyampaikan, untuk kasus menonjol dari Bulan Januari hingga Desember 2020 ada lima kategori kasus yang menojol. Diantaranya, Pencurian dengan Pemberatan (Curat) ada ada 91 kasus, Pencurian dengan Kekerasan (Curas) ada 19 kasus, Pencurian Sepeda Motor (Curanmor) ada 96 kasus. Kemudian, kasus narkoba ada 338 kasus dan pembunuhan ada 2 kasus.

Dari Bulan Januari sampai Desember kita kategorikan kasus menonjol, ada 91 kasus curat, 19 curas, 96 curanmor, 2 kasus pembunuhan dan 338 kasus narkoba,

“Dari ke lima kasus sudah berhasil diselesaikan masing-masing 79 kasus curat dan sudah selesai 90 persen penanganannya. Kemudian, juga Curas terjadi 19 kasus dan penanganan sudah 90 persen. Curanmor 96 kasus dan masih dalam tahap penyelidikan sekitar 70 persen, sementara 30 persen sudah berhasil kita ungkap dan di proses,” ujarnya.

Sementara, untuk khusus narkoba ada sedikit peningkatan ada sebanyak 338 kasus. Tetapi berhasil diselesaikan 102 persen. Karena, ada kasus tunggakan lama, dimana dari 338 kasus selesai 344 kasus karena ada enam kasus di tahun yang lalu 2019 dielesaikan di awal tahun 2020. Kemudian, untuk kasus pembunuhan ada 3 kasus dan semua berhasil diungkap.

Namun, pihaknya menyebutkan untuk khusus tindak pidana narkoba antara tahun 2019 sampai 2020 memang menjadi perhatian khusus karena peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Denpasar masih terbilang cukup tinggi peredarannya.

“Tetapi, langkah yang kita lakukan 102 persen sudah kita tangani. Jadi, boleh di kata semua tertangkap dan semua diproses. Kemudian, crime indeks terhadap tindak pidana tren-nya terjadi penurunan 20 persen (dan)resiko terkena tindan pidana di masa pandemi ini dibanding tahun lalu juga sama ada penurunan sekitar 22 persen,” jelasnya.

Sementara, untuk data lakalantas dari Bulan Januari sampai Desember 2020,
terjadi sebanyak 39 kasus lakalantas. Diantaranya, ada 83 yang meninggal dunia, luka berat 39 dan luka ringan ada 662. Sementara jumlah kerugian materil Rp 933.000.000

“Namun dari hasil lakalantas ada trend penurunan dibandingkan Januari sampai Desember 2019. Dengan Januari sampai Desember 2020, rata-rata terjadi penurunan sekitar 30 sampai 40 persen,” ujar Jansen. (KAD)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.