DENPASAR, kanalbali.id – Heri Istiawan asal Bayuwangi, Jawa Timur, dia dengan sengaja menginap di Hotel The Meru Sanur atau yang dikenal juga dengan Bali Beach Hotel, tempat para pelatih dan pemain Timnas PSSI menginap selama mengikuti pemusatan latihan di Bali.
Ia rela mengeluarkan uang sebesar Rp 10 juta lebih demi bertemu dan mendapatkan tandang tangan para pemain Timnas Indonesia.
Dukung Peningkatan Literasi, Wabup Supriatna Buka Lomba Bertutur tingkat SD/MI Se-Kabupaten Buleleng
“Saya menginap di sini tiga hari demi Timnas PSSI. Iya Alhamdulillah dapat banyak tandatangannya semua dapat dari semua pemain. Banyaklah koleksinya,” kata Heri saat ditemui di Lobi Hotel The Meru Sanur saat menunggu para pemain Timnas Indonesia, Minggu (1/6).
Per harinya dia harus membayar Rp 3,4 juga dan dia menginap selama tiga hari dari tanggal 25 Mei 2025.
Kenali Untung Rugi Paylater
Ia menyampaikan, bahwa dia memang menyukai sepakbola. Apalagi saat Timnas Indonesia ada pemain-pemain top Eropa seperti Jay Idzes, Kevin Diks dan Maarten Paes.

“Suka bola awalnya sih. Apalagi pemain-pemainnya sekarang top Eropa, Bang Jay di Seri A, Kevin Diks, Maarten Paes, dan lain-lainnya. Iya semakin ngefans lagi saya,” ungkapnya.
Dirinya memang membawa empat baju Timnas Indonesia agar ditandangani oleh para pemain dan dia menunjukkan baju Timnas Indonesia warna merah yang berisi banyak tanda tangan pemain.
“Empat baju untuk koleksi sudah penuh (tandatangan). Harapannya untuk Indonesia semoga nanti 3 poin lawan China. Saya datang sendiri dari Bayuwangi. Iya demi Timnas Indonesia (gak apa-apa mengeluarkan uang banyak),” ujarnya.
Sementara, penggemar Timnas Indonesia lainnya yaitu Gicha membawa souvenir gantungan kunci untuk diberikan kepada para pemain Timnas Indonesia. Dia sebelumnya telah menyiapkan lima souvenir untuk diberikan dan baru berhasil memberikan kepada Jay Idzes dan Justin Hubner saat menunggu di lobi hotel The Meru Sanur.
“Baru bisa ngasih ke Justin dan Bang Jay. Harapannya, semoga match-nya berjalan dengan baik dan nanti tidak ada yang cendera dan bisa mendapatkan hasil yang memuaskan,” ujarnya.
“(Souvenir ini) memang disiapkan sebenarnya maunya ngasih pas training center, kebetulan kan memang penjagaannya ketat jadi tidak bisa,” ujarnya. ( kanalbali/KAD )


