Ular Piton Muncul di Pemukiman Warga, BKSDA Bali Mohon Maaf

Ilustrasi ular piton Burma. Foto: Cherdchai Chaivimol/Shutterstoc
Ilustrasi ular piton Burma. Foto: Cherdchai Chaivimol/Shutterstoc

DENPASAR, kanalbali.id – Menanggapi berita  tentang kemunculan ular piton di wilayah Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, Balai KSDA Bali menyampaikan permohonan maafnya.

“Kami telah menurunkan Tim untuk melakukan pengecekan dan melalukan evakuasi/penangkapan apabila masih ditemukan ular python berada di wilayah Desa Pancasari,” sebut Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Bali Kadek Andina Widiastuti dalam rilis, Senin (7/7/2025).

Dia menjelaskan, Taman Wisata Alam Danau Buyan Danau Tamblingan, merupakan kawasan konservasi yang unik dengan keberadaan danau kembar yaitu Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

TWA ini mengandung keanekaragaman hayati tinggi baik flora maupun fauna, salah satunya ular piton, khususnya  di wilayah Telaga Aya yang terletak di antara Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

“Meningkatnya populasi ular python juga disebabkan predator utamanya yakni Elang dan Biawak populasinya berkurang di alam,” katanya

.Akhir-akhir ini terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi dalam beberapa hari di wilayah TWA Danau Buyan Danau Tamblingan, hal ini salah satu pemicu ular-ular keluar habitatnya.

Balai KSDA Bali pernah melakukan pelepasliaran ular piton di Cagar Alam Batukau, yang jauh dari rumah warga, karena fungsi daripada Cagar Alam Batukau sebagai kawasan perlindungan keanekaragaman hayati baik flora dan fauna.

“Kami selalu memperhatikan keselamatan warga, apalagi TWA Danau Buyan Danau Tamblingan khususnya di Dasong Desa Pancasari menjadi salah satu objek wisata berkemah,” katanya.

“Apabila menemukan satwa liar baik dilindungi maupun tidak dilindungi, atau ada kejadian konflik satwa liar seperti gangguan Monyet ekor panjang, ular, buaya dan lainnya, dapat menghubungi Callcenter Balai KSDA Bali Nomor 081246966767,” pungkasnya.  ( kanalbali/RLS/RFH )

 

Apa Komentar Anda?