DENPASAR, kanalbali.id – Rafa (12) bocah asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang digigit ular weling meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi Semarang.
Bukan kali ini saja, ular weling merengut nyawa seorang anak. Ular jenis ini memang sangat berbahaya. Meskipun penampilannya terlihat cantik dengan belang-belangnya.
Ular weling (Bungarus candidus) adalah jenis ular berbisa mematikan dari famili Elapidae, yang juga mencakup kobra dan ular laut. Ular ini dikenal karena pola tubuhnya yang mencolok dan perilakunya yang unik.
Buka Diskusi Komunitas Jurnalis Buleleng, Lihadnyana Tegaskan Pemimpin Daerah Harus Kerja Terukur
Panjangnya berkisar antara 1,2 – 1,5 meter dengan sebaran di Indonesia (Jawa, Sumatra, Bali, Kalimantan), Malaysia, Thailand, Kamboja, dan sebagian Asia Tenggara lainnya.
Manajemen Dakwah Harus Merespon Era Disrupsi
Ia memiliki ciri fisik tubuh hitam mengilap dengan belang putih menyilang (seperti zebra). Kepalanya kecil dengan leher tidak terlalu jelas dan moncongnya tumpul. Sisik-sisik licin dan mengilap.dan ekornya pendek meruncing.
Bisanya adalah neurotoksin kuat yang menyerang sistem saraf. Gejala gigitan menimbulkan lumpuh, gangguan pernapasan, hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Ular weling termasik bidang Nokturnal atau aktif pada malam hari, terutama berburu ular lain, kadal, atau hewan kecil.. Siang hari biasanya sembunyi di bawah batu, kayu, atau semak dan jika terganggu, cenderung melarikan diri daripada menyerang.
Jika tergigit, segera cari pertolongan medis dan minta penanganan dengan anti-bisa. (kanalbali/RFH)


