Menteri Koperasi: UMKM adalah Pejuang Ekonomi

pixabay by Alexandra_Koch

MENTERI koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut para pelaku usaha mikro kecil menengah UMKM telah menjadi pejuang ekonomi. Apalagi pada masa convid19 ini keberadaan UMKM menjadi sangat penting sebab UMKM telah berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto PDB nasional dengan capaian lebih dari 60%.

Menurut Adji Srihandoyo, Business Development Director Koperasi Tri Capital Investama TC Invest  dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Klungkung, Bali, Kamis 30 September 2021, masa pandemi menyebabkan terjadinya sejumlah hambatan atau keterbatasan.

“Semisal penjualan menurun, semangat berkurang, banyaknya pelaku UMKM beralih profesi ataupun menutup kegiatannya,” ujar Adji dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.

Menyikapi hal itu, kata Adji lagi, para pelaku UMKM harus siap berubah dan memanfaatkan bakat tersembunyi. Selain beradaptasi juga diperlukan kemampuan untuk berkolaborasi untuk menghasilkan kebiasaan baru lalu menemukan cara lain dengan memanfaatkan digitalisasi, serta kreatif dan inovatif.

Sikap-sikap ini kata Adji ditentukan oleh diri sendiri dan setiap orang perlu memotivasikan diri dan melakukan kesiapan produk. Setelah itu barulah mengupayakan grow mindset, kerja keras, mandiri, kolaboratif, tetap berkarya bekerja dengan hati dan proaktif serta ulet.

Selain itu kita harus juga memanfaatkan teknologi karena banyak memberikan kemudahan, menembus batas wilayah dan negara, pasar lebih terbuka sangat lebar dan bisa berinteraksi dengan banyak orang. Karena, pemanfaatan media digital menuntut kita untuk memiliki rasa peka yang lebih, menyadari akan perbedaan budaya, memiliki etika, mempunyai rasa toleransi tinggi dan bijaksana.

Hargai Tiap Karya Orang Lain yang Positif di Medsos

Yang juga harus selalu dicermati adalah masalah kualitas kemudian kontinuitas lalu kemasan. Bagaimana cara kita mengemasnya, lalu ada promosi serta perhatikan faktor pengiriman juga.

“Ketika anda menjual produk dan mengatakan kepada consume barang akan tiba seminggu katakanlah seminggu. Kemudian soal perizinan, kita harus sadar ada kaitannya dengan koperasi perdagangan, UMKM, kesehatan juga sertifikat halal untuk meyakinkan bahwa produk bapak Ibu itu tidak ecek-ecek,” jelasnya lagi.

Yang juga penting adalah menetapkan harga yang pantas atau harga bersaing dan fungsi pelayanan juga jelas serta selalu menjaga kualitas dan komunikasi. Selain itu kolaborasi juga wajib dilakukan misalnya dengan stakeholder, komunitas, pemerintah pusat atau daerah,  akademisi atau swasta. “Bukan berarti swasta pasti sudah hebat karena kita harus bisa mengimbangi.”

Selain Adji, pembicara lain yang juga berbagi wawasan tentang literasi digital adalah Nannette Jacobus Branding Strategist, Relawan Kemanusiaan, Content Creator, I Putu Sukardiawan Dosen LPK Glory Cruise Knowledge dan Ainun Auliah sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/rls)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.