Siaran TV Digital Menjadi Solusi Bagi Wilayah di Bali yang Mengalami Blank Spot Sinyal 

Setidaknya ada 3 Kabupaten di Bali yang mengalami blank spot sinyal, seperti Buleleng, Karangasem, dan Jembrana. #kanalbali

Ilustrasi Penayangan Siaran TV Digital/ Foto: Kementerian Kominfo

DENPASAR, kanalbali.id – Migrasi siaran TV analog ke TV digital atau Analog Switch Off (ASO) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dinilai menjadi solusi untuk beberapa wilayah Bali yang saat ini merupakan wilayah blank spot sinyal.

“Setidaknya ada 3 Kabupaten di Bali yang mengalami blank spot sinyal, seperti Buleleng, Karangasem, dan Jembrana. Dengan ASO, pemerintah Bali juga akan membangun tower sinyal besar yang mendukung program televisi digital, ” kata Koordinator Divisi Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bali Nyoman Adi Sukerno saat dihubungi, Rabu, (22/6/2022).

Selain pemerintah daerah, sambungnya, stasiun TV seperti ANTV juga telah membangun 6 tower untuk menghindari blank spot sinyal. Hal ini juga akan mendukung program ASO di Pulau Dewata. Sehingga masyarakat dapat menikmati lebih banyak lagi program siaran TV digital yang berkualitas.

Menurutnya, meskipun ada migrasi siaran digital, para pemilik TV analog tetap dapat menonton siaran digital dengan menambahkan alat yang bernama Set Top Box (STB) yang bisa dibeli secara online maupun langsung ke toko elektronik. Khusus untuk rumah tangga miskin yang didasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos) akan mendapatkan STB gratis.

BACA JUGA:  Bulan Lagi Analog Switch Off Tahap Kedua, Simak Tips Migrasi ke TV Digital Berikut 

Adapun Bali seharusnya menjadi salah satu wilayah siaran yang masuk dalam daftar ASO tahap pertama, meliputi Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, serta Kota Denpasar.

Namun ia menyatakan bahwa peralihan siaran televisi analog ke siaran televisi digital yang seharusnya dimulai pada 30 April 2022 ditunda. Hal ini karena mempertimbangkan berbagai aspek, salah satunya pembagian STB gratis ke rumah tangga miskin masih berjalan.

“Bali belum masuk tahap kedua di 25 Agustus ini, artinya Bali akan masuk tahap ketiga pelaksanaan ASO,” jelasnya.

Dikutip pada laman siarandigital.kominfo.go.id, Analis Kebijakan Ahli Madya, Direktorat Penyiaran, Ditjen Penyelenggaraan Pos & Informatika,
Kementerian Kominfo, Silfianingrum menyampaikan untuk wilayah Bali tersedia 76 ribu Set Top Box gratis yang disediakan para pemenang MUX Media. Yaitu ANTV, METRO TV, Nirwana TV, dan TVRI.

“Dengan ASO ini, diproyeksikan semua masyarakat bisa memperoleh layanan internet cepat seperti yang diharapkan secara lebih merata,” tuturnya.

Bambang Isdiyanto, mewakili salah satu pemenang MUX MEDIA di Bali menyampaikan kesiapan Metro TV Group pada transisi analog ke digital. Dalam paparannya disampaikan hasil testing Metro TV di wilayah Bali juga rencana yang akan dilakukan saat ASO mendatang.

Peralihan atau migrasi ke siaran tv digital ini merupakan amanat Undang-Undang Cipta Kerja Pasal 60A. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan percepatan transformasi digital Indonesia. Hal ini termasuk tata kelola penyiaran agar frekuensi yang ada bisa efisien dan efektif dimanfaatkan, termasuk untuk broadband. (Kanalbali/LSU)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.