Strategi Cari Cuan dari Konten Kreatif Media Sosial

MEDIA sosial, belakangan tidak hanya dimanfaatkan untuk sarana berkomunikasi dan berinteraksi. Jika menggunakannya secara tepat, media sosial juga bisa mendatangkan cuan atau keuntungan.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Designer, Penggiat Social Media & Socialpreneur, Sofia Sari Dewi dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Kota Denpasar, Bali, Rabu(30/6/2021).

“Sosial media itu memiliki dua mata pisau yang harus disikapi dengan bijak. Jika bisa mmemanfaatkannya dengan baik, sosial media bisa menjadi sumber pemasukan , baik itu penghasilan utama maupun tambahan,” ujar Sofia.

Lalu bagaimana caranya? Sofia mengatakan bahwa langkah awal yang mesti dilakukan ialah dengan membuat konten secara positif dan juga kreatif. Ia menyarankan bahwa sebelum memulai membuat konten penting untuk mengenali audiens dari media sosial tersebut.

“Cek followers kamu di media sosial. Mulai dari gender, usia, domisili. Kamu perlu tahu siapa saja yang memfollow kamu,” kata Sofia.

Kemudian, selanjutnya juga bisa melihat potensi lingkungan sekitar yang potensial untuk bisa jadi konten menarik. Hal itu bisa berupa cafe, restoran, atau bahkan tempat wisata.

“Kalau sudah, kenali platform yang mau kamu gunakan baik itu Instagram, Twitter, ataupun Pinterest. Pasikan kamu ambil banyak gambar dan video sesuai dengan platform masing-masing,” kata Sofia menambahkan,

Hal lain yang juga tidak kalah penting bahwa edit konten tersebut dengan ciamik. Kemudian, unggah di jadwal atau waktu tertentu yang bisa dilakukan secara rutin dan konsisten.

Dalam sesi berikutnya, Chief Commercial Officer (CCO) Riuh Renjana Creative, Kelly Oktavian juga menambahkan cara agar konten yang dipasarkan di media sosial itu menjadi unik dan punya daya jual.

“Yang pasti produknya harus menarik seperti apa, kita harus punya unique selling point. Sebagai penjual kita harus tahu itu,” ujar Kelly.

Ia memberi contoh, jika berniat menjual daster di tengah pandemi, konten yang dihadirkan tidak melulu hanya soal menjual dan memasarkan produk. Tapi juga memberikan edukasi terhadap konsumen terkait dengan produk tersebut.

“Tidak melulu soal jualan, misal bisa memberikan edukasi bahan apa yang nyaman dipakai sepanjang hari. Dengan begitu akan menjadi nilai jual tersendiri,” kata Kelly.

Sebagai informasi, Dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) di wilayah Kota Denpasar, Bali, juga turut hadir,  Kasubdit IV Dit Intelkam Polda Bali Kompol Endang Tri Purwanto, Guru Biologi SMAK Soverdi, dan Key Opinion Leader Marizka Juwita. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.