Ingin Laporkan Kejahatan Siber, Catat Tahapannya

pixabay by angelsover

Kejahatan siber atau juga dikenal dengan cyber crime meningkat beberapa tahun belakangan seiring makin canggihnya teknologi. Bahkan, sepanjang 2018, teracatat sebanyak 232,4 juta serangan siber terjadi di Indonesia.

Bentuk kejahatan siber ini beragam mulai dari penipuan, pornografi, terorisme, penyadapan, hingga ujaran kebencian. Sayangnya, tidak banyak masyarakat yang tahu, bagaimana mesti melaporkan kejadian seperti ini.

Sofia Sari Dewi, Designer dan penggiat Media Sosial, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Wilayah Mappi, Papua, menyampaikan sejumlah tips untuk melaporkan kejahatan digital ke polisi.

Ia memaparkan, paling tidak ada tiga kanal untuk bisa melaporkan kasus itu, yakni ke polisi, patrolisiber.id, lapor.go.id.

“Di patroliseber.id dan lapor.go.id itu ada kolom khusus bagi anak-anak. Siapa saja yang mengetahui atau menjadi korban kejahatan siber berhak melapor,” kata Sofia.

Ia mengatakan bahwa dengan melapor maka makin banyak informasi yang bisa diakses agar tidak banyak yang tertipu. Laporan di portal itu tidak otomatis menjadi lapora polisi.

“Jadi harus lapor ke polisi juga siapkan butki yang cukup mulai dari tangkapan layar, url, foto dan video yang akan dilaporkan. Semua bisa dikumpulkan dalam flashdisk,” kata Sofia.

Selanjutnya, datang ke polisi terutama di tingkat polres untuk tindak pidana siber. Menuru ke ruang SPKT untuk menyampaikan laporan dan bukti ke petugas.

pixabay by rupixen

“Petugas akan mengajukan sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan laporan, dan mencetak bukti pelaporan, Anda tinggal menunggu pemberitahuan selanjutnya dari polisi,” kata Sofia.

Dalam webinar kali ini hadir juga, Managing Partner Law Office Amali & Associate, Rizky Rahmawati Pasaribu, Kadis Perdagkop Kabupaten, Mappi, Agus Heri Nasikin, dan Key Opinion Leader, Ichal Muhammad.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.