Wajib Tahu, Ini Tantangan dan Yang Mesti Dipersiapkan Saat Pembelajaran jarak Jauh

pixabay by Elf-Moondance

PANDEMI Covid-19 berdampak signifikan bagi sektor pendidikan. Lebih dari 91 persen populasi siswa dunia telah dipengaruhi oleh penutupan sekolah karena pandemi COVID-19.

Untuk mengurangi penularan virus corona, sekolah di hampir seluruh dunia di tutup dan kegiatan pembelajaran beralih ke pembelajaran jarak jauh. Dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital wilayah Jembarana, Bali, Jumat 3 Desember 2021, Nur Rahma Yenita,Ketua Program Studi Teknik Elektro STTI dan Asessor Kompetensi Multimedia BNSP mengatakan bahwa sederhananya pembelajaran jarak jauh merupakan pendidikan yang diajarkan dari jarak jauh tanpa ruang kelas secara fisik.

Meski demikian, pembelajaran jarak jauh bukan berarti tanpa tantangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan dukungan dan peran penting baik dari guru maupun orang tua murid.

“Dalam pembelajaran jarak jauh, peran guru penting untuk membantu siswa menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi. Selain itu juga penting untuk melibatkan siswa untuk terus belajar meskipun kegiatan sekolah normal terganggu,” kata Nur Rahma.

Nur Rahma juga menjelaskan bahwa orang tua atau wali murid pasti akan memainkan peran besar dalam membantu siswa berhasil dalam pembelajaran jarak jauh.

Hikmah Pandemi: Kemampuan Marketing Semakin Diminati

“Perlu diingat, bagaimanapun, bahwa orangtua bukan guru terlatih dan diminta untuk mengambil tugas yang menantang, sementara mereka juga berurusan dengan tugas dan tuntutan lain di rumah. Mereka akan membutuhkan banyak bimbingan dan dorongan dari orangtua,” kata Nur Rahma.

Lebih lanjut, Nur Rahma mengatakan bahwa penting Memastikan teknologi, platform, peralatan dan sumber daya yang tersedia bagi guru dan siswa. Baik itu cetak, audio dan radio, video dan TV, berbasis komputer, berbasis Internet dan berbasis telepon.

“Kemudian memastikan materi pengajaran dan pembelajaran yang dapat diadaptasikan untuk pembelajaran jarak jauh. Mencari sumber daya pendidikan yang dapat bebas diakses dan memastikan sumberdaya tersebut berkualitas,” kata Nur Rahma.

Dalam webinar tersebut juga hadir pembicara lainnya, yakni M Randy Mandala Putra, Kepala Uni IT RS Anggrek Mas Jakarta Hasbil Ma’ani, Guru MAN 3 Jembrana dan Denny Abal sebagai Key Opinion Ledaer.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.