Pakar Bagikan Tips Hindari Spamming dan Hacking, Apa Saja?

pixabay by congerdesign

Fenomena spam dan hack telah menjadi ancaman yang kerap menghantui warga digital. Spam sendiri kependekan dari Posting Advertisement in Mass, atau sebuah bentuk yang dianggap sebagai penyalahgunaan sistem pesan elektronik

Dikatakan Senior Security Engineer Maxplus, Fadly Arihsan kegiatan spam atau biasa disebut spamming memiliki arti aktivitas pengiriman email secara masif kepada target yang telah ditentukan.

“Beberapa tujuan spam adalah untuk mengirim pesan dalam jumlah besar terhadap penerima yang telah ditentukan, kebutuhan periklanan dan promosi serta cenderung banyak disalahgunakan untuk penipuan,” kata Fadly saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Paniai, Papua, Selasa (3/8/2021).

Di sisi lain, hack atau hacking merupakan kegiatan peretasan yang bisa terjadi pada sistem network, website, password, wireless maupun email.

“Hacking sendiri berarti aktivitas pengambilalihan aset data digital maupun elektronik lain baik berupa perangkat infrastuktur, sistem atau informasi,” tambahnya.

Berbeda dengan spam yang cenderung memiliki tujuan promosi, aktivitas hacking bisa dilakukan dengan berbagai motif mulai dari mengambil alih sistem hingga pamer kemampuan semata. Dijelaskan Fadly, beberapa tujuan aktivitas tersebut adalah mengambil alih sistem, memanfaatkan resource, mendapat informasi, mengubah data, pamer, teror, politik hingga wujud nasionalisme.

pixabay by Free-Photos

Untuk itu dirinya membagikan beberapa tips agar terhindar dari ancaman spamming dan hacking seperti;

– [ ] Gunakan VPN saat di internet publik

– [ ] Tidak asal dalam menginstall aplikasi

– [ ] Mengunduh dari situs resmi atau hindari crack

– [ ] Lakukan update dan backup secara berkala

– [ ] Gunakan autentikasi berlapis

– [ ] Dan hindari membagikan informasi sensitif

Selain Fadly Arihsan, hadir juga dalam acara webinar yaitu Bernadus Prasetyo yang membagikan materi penggunaan alat digital, serta pengacara asal Papua, Maria Kobepa.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital sendiri merupakan rangkaian panjang dalam kegiatan webinar yang dilakukan di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Ada empat pilar utama yang digaungkan yaitu Budaya Bermedia Digital, Aman Bermedia, Etis Bermedia Digital dan Cakap Bermedia Digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.