Literasi Digital Menjadi Solusi atas Tantangan Perkembangan Ruang Digital

pixabay by athree23

SEBAGAI warga negara yang baik harus berkontribusi untuk menjadikan masyarakat digital yang cakap akan perkembangan teknologi. Apalagi, kita sebagai masyarakat sosial saling membutuhkan satu dengan lainnya.

Menurut Asbullah muslim, S.Fik.I.M.Pd.I, Rektor Institut Elkatarie Lombok Timur dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin 11 Oktober 2021, dalam sikap saling membutuhkan ini yang menjadi perhatian utama adalah komunikasi.

“Komunikasi itu penting untuk mengembangkan interaksi dalam kehidupan sehari-hari termasuk interaksi sosial. Dan hal ini kemudian membutuhkan kecakapan yang dari sejak zaman dengan masa serba manual sampai sekarang ke zaman digital,  kita harus mampu mengikuti perkembangan dunia dengan literasi digital,” ujar Asbullah dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.

Pentingnya literasi digital diharapkan mampu menjadi solusi atas masalah yang timbul karena perkembangan teknologi digital yang kian pesat. Pasalnya, teknologi dan digitalisasi sudah merambah hingga ke daerah terpencil sehingga saat ini penduduk Indonesia sudah beralih menjadi masyarakat digital.

Jarimu Harimaumu, Ini 5 Langkah Mencegah Terpapar Kabar Hoaks dan Berita Bohong

“Masyarakat digital adalah masyarakat yang struktur sosialnya adalah terhubung dengan jaringan mikro elektronik berbasis informasi digital dan teknologi komunikasi. Perkembangan literasi digital dari manual ke teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan sudah dikenalkan sejak lama mulai dari kurikulum KBK (kurikulum berbasis kompetensi) yang berkembang menjadi kurikulum selanjutnya yang paling terbaru saat ini kurikulum berbasis merdeka belajar,” imbuhnya.

Dalam kurikulum merdeka belajar,  otomatis disitu dibutuhkan efisiensi apalagi sekarang di sekolah dan madrasah sudah diberikan limit waktu tatap muka yang tak terlalu lama dibandingkan sebelum pandemic.

Lebih dari itu, karena tatap muka sedikit waktunya maka guru membutuhkan ruang wacana yang lain yaitu yang kemudian harus diberikan pemahaman terhadap siswa tentunya tentang bagaimana literasi digital agar siswa-siswa kita cakap terhadap dunia digital.

Yang harus dilakukan adalah mulai dari diri sendiri dan guru atau dosen-dosen dituntut untuk bisa menggunakan alat-alat teknologi komunikasi digital seperti google meeting atau zoom untuk menunjang proses pembelajaran

Sebetulnya jika tak ada pandemi maka perkembangan dunia digital akan mengikuti perkembangan dunia industri. Tapi karena pandemi, hikmah positifnya adalah kita dipaksa oleh keadaan dan dipaksa oleh perkembangan kesehatan yang membutuhkan penyelesaian cepat maka dengan mencari solusi agar pembelajaran terus berlangsung  semisal dengan belajar online atau daring otomatis. Euphoria menjadi masyarakat digital yang mendadak akibat pandemic ini dikhawatirkan akan mengarah ke hal yang tidak baik jika tidak memiliki bekal yang cukup seperti kemampuan literasi digital.

“Dengan literasi digital ini maka kita diberikan bekal untuk menghadapi tantangan dalam masyarakat digital. Hal ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak termasuk dari masyarakat, sekolah perusahaan dunia industri dan sebagainya,” bebernya lagi.

Selain Asbulah juga hadir pembicara lainnya yaitu Nurul Amalia, Pramugari Saudi Airlines, Digital Content Creator & Forex Trader, Ody Waji, CEO Waji Travest dan Bunga Harum Dani seorang Public Figure.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.