Yuk Kenali Risiko Sebelum Pakai Paylater

pixabay by mohamed_hassan

Sistem pembayaran saat ini semakin beragam. Salah satunya yang memiliki slogan ‘beli sekarang bayar nanti’ atau biasa dikenal dengan paylater. Sistem pembayaran ini biasa disandingi dengan aplikasi transaksi jual beli seperti marketplace, e-commerce, atau dompet digital.

Paylater adalah sebuah fasilitas pembiayaan yang membiarkan kita melakukan penundaan pembayaran dan ini wajib dilunasi di kemudian hari.  Paylater secara tidak langsung sama seperti hutang yang tercatat secara resmi di badan pemerintahan kita. Penyedia layanan ini bekerja sama secara resmi dengan lembaga keuangan. Karena itu, apabila kita tidak mampu untuk melunasi maka ini akan menjadikan BI Checking kita jelek.

“BI Checking jelek tidak bisa melakukan pengajuan cicilan dan bisa ditolak oleh bank. Maka ini bisa jadi sangat merugikan, karenanya kita harus paham sistem paylater itu seperti apa,” ujar Yulia Dian seorang social media specialist saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Mappi, Papua, Senin (15/11/2021).

Di tengah kemudahan teknologi, sistem pembayaran paylater bisa menjadi celah yang memudahkan kita dalam berbelanja atau bahkan menjerumuskan. Yulia menyampaikan, paylater memiliki beberapa kesamaan dengan pinjaman online. Keduanya sama-sama memiliki tenor dan terdapat bunga, serta denda apabila telat membayar.

Hal yang membedakan, pada paylater penagihan dilakukan tanpa teror dan intimidasi. Oleh karena itu, paylater dianggap lebih aman dibandingkan melakukan pemincaman secara online. Apalagi kalau kita tidak tahu benar apakah instansi peminjaman online sudah terdaftar atau belum.

Sementara itu, perbedaan antara paylater dan kartu kredit terdapat pada kemudahan pengajuan. Pada paylater, pengguna hanya memerlukan KTP dan foto selfie. Hal ini tentu berbeda dengan pengajuan kartu kredit yang terbilang sulit.

Ini Pentingnya Literasi Digital Bagi Masyarakat Papua

Namun, paylater memiliki suku bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan kartu kredit. Limit pinjaman pun diberikan sesuai dengan banyaknya transaksi. Dari segi keamanan, keduanya telah memiliki izin dari OJK. Keamanan pada paylater didukung oleh adanya one time password (OTP) untuk memverifikasi pengguna. Hal ini juga berguna untuk menghindari phising pada paylater.

“Supaya transaksi tetap aman dan penggunaan paylater juga nyaman, pentingnya ketelitian kita dalam menggunakan paylater,” ungkapnya.

Batasi nilai pinjaman sesuai dengan kemampuan kita. Pahami kontrak perjanjian sebelum menggunakan paylater, perhatikan suku bunga, denda, biaya penanganan atau administrasi, dan sebagainya. Ketahui kebutuhan kita dan prioritasnya agar tidak konsumtif. Sebelum kia memakai paylater harus mempersiapkan diri dengan segala risikonya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Mappi, Papua, Senin (15/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Adjil Srihandoyo (Bussiness Development Director), Johana Maria Phinansia Waso Rato (Apoteker), dan Nard Geisha (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.