Kenali Cara Kerja Hacker dan Trik Menghindarinya

pixabay by Alexandra_Koch

KASUS peretasan dan pembobolan data pribadi belakangan marak dibahas. Situasi tersebut tentu berisiko bagi pemilik data pribadi.

Bukan hanya itu, seringkali peretas atau yang juga dikenal dengan hacker tersebut juga kerap mengambil keuntungan dari tindakan yang tidak bertanggung jawab tadi.

Oleh sebab itu, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, Wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin, (20/9/2021)., Eksekutif Direktur INCCA Aripin, memaparkan tentang cara kerja hacker, dan juga bagaimana pengguna serta masyarakat bisa untuk menghindarinya.

“Biasanya mereka akan mecari dan mengumpulkan informasi sebanyak – banyaknya sistem yang akan diretas. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah untuk melancarkan aksinya,” kata Aripin.

Ia melanjutkan, bahwa setelah mengumpulkan dan mencari informasi, haceker biasanya akan melakukan penyusupan ke dalam sistem jaringan yang diretas. Setelah itu hacker akan melakukan penjelajahan.

“Setelah berhasil menjalankan tujuannya, ia biasanya akan keluar dan menghilangkan jejak,” kata Aripin.

pixabay by rupixen

Oleh sebab itu ia juga memberikan sejumlah tips untuk bisa menghindari peretasan atau hacker. Lalu apa saja tipsnya?

“Pertama jangan membagikan data pribadi kamu sembarangan. Kedua juga gunakan VPN atau virtual private network,” kata Aripin dalam seminar tersebut.

Kemudian, matikan jaringan wifi dan bluetooth ketika tidak digunakan. Selanjutkan untuk mencegah peretasan ia juga menyarankan untuk menggunakan jawaban pertanyaan.

“Lalu aktifkan enkripsi atau pengamanan infomrasi disk penuh pada perangkat yang digunakan. Pakai dan atur password yang kompleks agar tidak mudah untuk dibobol,” kata dia.

Selain itu, jangan gunakan password untuk semua akun. Ia juga menyarankan untuk secara rutin mengubah passsword, paling tidak tiga bulan sekali.

“Periksa perizinan aplikasi sebelum diinstal,” ujar Arpin.

Dalam webinar tersebut juga ada Penggiat Digital dan Content Creator, Nico Oliver, Ketua Lembaga Penjamin Mutut Internal Ummat, Junaidin, dan juga Key Opinion Leader, Ichal Muhammad.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.