UMKM Perlu Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

pixabay by habaconhomer

DI masa pandemic keberadaan UMKM menjadi sangat penting sebab UMKM telah berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto PDB nasional dengan capaian lebih dari 60%.

Sebelumnya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pernah menyebut bahwa para pelaku usaha mikro kecil menengah UMKM telah menjadi pejuang ekonomi.

“Apresiasi kepada para UMKM para pejuang ekonomi kebanggaan bangsa Indonesia, tetap berinovasi dan menjaga optimism,” ujar Teten dalam acara puncak peringatan hari UMKM nasional 2021 beberapa waktu lalu.

Seperti yang dituturkan oleh Adji Srihandoyo, Business Development Director Koperasi Jasa Tri Capital Investama ITC Invest dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin 20 September 2021.

Lebih lanjut dikatakan Adji bahwa masa pandemi faktanya memang menjadikan timbulnya hambatan/keterbatasan, penjualan menurun, semangat berkurang, beralih profesi hingga menutup kegiatannya.

“Karenanya kita harus siap berubah, memanfaatkan bakat tersembunyi, berkolaborasi, mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru, menemukan cara lain dengan memanfaatkan digitalisasi dan harus juga kreatif dan inovatif,” jelas Adji dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.

Selain itu harus diingat pula bahwa berubah untuk beradaptasi ini ditentukan oleh diri sendiri dengan memotivasi diri untuk mempersiapkan produk untuk berkembang. Dan ubah mindset, bekerja keras, mandiri, kolaboratif, tetap berkarya, bekerja dengan hati, proaktif dan ulet.

Selain itu adaptasi juga terkait dengan adaptasi dengan perkembangan teknologi sekarang ini. Karena dengan pemanfaatan teknologi akan banyak memberikan kemudahan serta bisa menembus batas wilayah dan negara.

pixabay by JoshuaWoroniecki

“Ini kesempatan yang bagus, pasar semakin lebar, pertemanan semakin luas dan budaya pun berbeda dan ini challenging. Pasar terbuka sangat lebar serta bisa berinteraksi banyak orang,” tambahnya.

Terkait UMKM, untuk itulah kita harus mencermati masalah kualitas kemudian kontinuitas lalu kemasan Bagaimana cara kita mengemasnya, lalu ada promosi dan faktor pengiriman juga. “Ketika anda berjanji soal pengiriman misalnya seminggu ya harus ditaati seminggu. Lalu perizinan dan kita harus  sadar ada koperasi, perdagangan dan UMKM juga mempertimbangkan sisi kesehatan juga sertifikat halal agar meyakinkan bahwa produk bapak Ibu itu tidak ecek-ecek, harga bersaing fungsi pelayanan juga jelas selalu mengedepankan kualitas dan komunikasi,” katanya.

Selain itu UMKM juga perlu berkolaborasi dengan stakeholder dengan meningkatkan komunikasi, antara pemerintah pusat atau daerah, akademisi ataupun swasta. Dan pemanfaatan media digital menuntut kita untuk memiliki rasa peka yang lebih, menyadari akan perbedaan budaya, memiliki etika, mempunyai rasa toleransi tinggi dan bijaksana.

Selain Adji juga hadir pembicara lain yaitu Andrew Paulo Forex Trader, Pingky Alfa Ray Leo Lede, S.Kom, M.Ca, Dosen Universitas Kristen Wira Wacana Sumba dan Fisca Alycia sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.